Kue Keranjang, Dodol Khas Imlek yang Sarat Makna
- 09 Feb 2026 14:00 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kue keranjang atau yang dikenal dengan nama Nian Gao merupakan salah satu makanan tradisional yang tidak pernah terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek. Kue ini telah dikenal sejak ratusan tahun lalu dalam budaya Tionghoa. Nama Nian Gao sendiri memiliki makna “tahun yang lebih tinggi” atau “kehidupan yang semakin meningkat”. Karena makna tersebut, kue keranjang dipercaya sebagai simbol harapan agar rezeki, keberuntungan, dan kehidupan keluarga menjadi lebih baik di tahun yang baru.
Menurut cerita yang berkembang, kue keranjang juga digunakan sebagai persembahan kepada Dewa Dapur menjelang Imlek. Teksturnya yang lengket melambangkan harapan agar sang dewa hanya menyampaikan hal-hal baik tentang keluarga kepada para dewa di langit. Selain itu, sifatnya yang lengket juga dimaknai sebagai simbol eratnya hubungan antaranggota keluarga, agar tetap rukun dan harmonis sepanjang tahun.
Kue keranjang dibuat dari bahan-bahan sederhana, seperti tepung ketan, gula, dan air. Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama dan kesabaran, karena adonan harus diaduk dan dikukus hingga mencapai tekstur yang kenyal dan padat. Hal ini juga mencerminkan nilai ketekunan dan kesabaran yang dijunjung tinggi dalam kehidupan.
Dalam penyajiannya, kue keranjang jarang langsung dimakan begitu saja. Biasanya kue ini diolah kembali agar rasanya lebih bervariasi. Cara paling sederhana adalah dengan mengukusnya hingga lembut.
Selain dikukus, kue keranjang juga sering digoreng. Biasanya kue dipotong tipis, kemudian dicelupkan ke dalam adonan telur atau tepung, lalu digoreng hingga bagian luarnya kecokelatan. Cara ini membuat kue keranjang terasa renyah di luar tetapi tetap lembut di dalam. Ada juga yang mengolah kue keranjang dengan ubi, kelapa, atau pisang. Kue keranjang disusun bersama bahan tersebut lalu dikukus atau digoreng. Perpaduan rasa manis dan gurih membuat kue keranjang semakin disukai oleh berbagai kalangan.
Hingga saat ini, kue keranjang tetap menjadi bagian penting dalam perayaan Imlek. Tidak hanya sebagai hidangan, tetapi juga sebagai simbol tradisi, doa, dan harapan baik bagi keluarga. Melalui sejarah dan cara pengolahannya, kue keranjang mengajarkan bahwa makanan bukan sekadar untuk dinikmati, melainkan juga sarat akan makna dan nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.