Lengger Banyumas, Warisan Spiritualitas yang Terus Dilestarikan

  • 02 Mar 2026 11:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Kesenian lengger menjadi salah satu identitas budaya yang melekat kuat pada masyarakat Banyumas. Dalam dialog budaya di RRI Purwokerto, R. Satria Setyanugraha, S.Sos menegaskan bahwa lengger bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan sebagai warisan sejarah dan spiritualitas yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Banyumas.

Satria menjelaskan, bahwa lengger pada dasarnya bukan sekadar nama tarian, melainkan sebutan bagi pelaku keseniannya. Dalam tradisi sebelumnya, seorang lengger harus melalui proses panjang sebelum diakui secara adat. Lengger tidak hanya belajar menari, tetapi juga menjalani tahap ritual tertentu yang sarat akan nilai spiritualitas. Pertunjukkan lengger dahulu menjadi media doa dan ungkapan rasa syukur atas panen maupun hajatan dengan calung dan gerak tari yang menjadi bagian dari prosesi tersebut.

Riyanto, Lengger Lanang yang konsisten melestarikan kesenian lengger (dok : Riyanto)

Kisah tentang lengger pada era 1960-1970an terekam dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari yang diadaptasi menjadi film Sang Penari. Namun, satria menyebutkan praktik lengger masa kini telah berkembang. Ritual-ritual lama tidak lagi dijalankan sepenuhnya, meski nilai budayanya tetap dijaga.

Secara artistik, kesenian lengger memiliki gerakan khas seperti sindetan, taweran, dan sekaran yang menjadi dasar pertunjukan. Satria menyebutkan bahwa unsur tersebut merupakan “rumus” yang hampir selalu ada dalam tarian lengger, meski dahulu tidak ada pola baku seperti tarian keraton. Dari segi busana, penari identik dengan kebaya atau mekak, sanggul berhias cunduk mentul, serta sampur dua warna, meski dalam lengger kampung tampilannya tetap sederhana sesuai kondisi masyarakat.

Satria berharap upaya pelestarian terus dilakukan melalui pementasan dan pelibatan generasi muda. Dengan adaptasi dan inovasi, lengger juga diharapkan tetap hidup sebagai simbol jati diri masyarakat Banyumas di tengah arus modernisasi.

“Yang penting adalah ayo bergerak bersama untuk Banyumas, kita tunjukkan lengger itu eksis,” tegasnya. (Milly).

Rekomendasi Berita