Flim Sebagai Ruang Refleksi Diri di Bulan Ramadhan

  • 06 Mar 2026 15:08 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Bulan Ramadan sering kali menjadi kesempatan bagi banyak orang untuk memberi jeda dari kesibukan sehari-hari. Rutinitas yang biasanya padat berubah menjadi lebih renggang, seiring dengan meningkatnya waktu untuk beribadah dan berkumpul dengan keluarga. Suasana yang lebih tenang dan lapang membuat Ramadan cocok dijadikan sebagai waktu untuk merefleksi diri.

Menonton film dapat menjadi alternatif kegiatan yang sederhana sekaligus bermakna. Salah satu genre yang dapat ditonton selama bulan Ramadan adalah drama keluarga yang mengangkat sisi kehidupan yang dekat dengan realitas sehari-hari. Genre tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka kesempatan berdiskusi dan merenung, terutama jika alur ceritanya relate dengan kehidupan pribadi.

“Film tentang keluarga ya, karena di bulan puasa ini film bertema keluarga cocok dijadikan sebagai pembelajaran, terlebih lagi untuk memahami karakter dari masing-masing keluarga kita,” ungkap Alin, salah satu penggemar film.

Dunia perfilman Indonesia sering kali menawarkan cerita yang akrab dengan isu permasalahan di tengah-tengah masyarakat. Keluarga Cemara, Home Sweet Loan, dan 1 Kakak 7 Ponakan adalah contoh film yang menyoroti dinamika keluarga dengan berbagai latar permasalahan yang berbeda, seperti ekonomi, tanggung jawab, hingga makna sebuah rumah yang sesungguhnya.

Sementara itu, film lainnya seperti Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini, Sabtu Bersama Bapak, dan Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah, membuka ruang perenungan tentang hubungan antara orang tua dan anak, komunikasi dalam keluarga, dan luka-luka yang kerap tersembunyi di balik rumah yang berdiri kokoh.

Menonton film di bulan Ramadan bukan sekedar kegiatan hiburan semata, melainkan juga sarana pembelajaran diri. Cerita yang dihadirkan dapat menjadi bahan diskusi ringan, refleksi bersama, sekaligus pengingat tentang pentingnya empati, penerimaan, dan saling memahami antara satu dengan lainnya. Film juga dapat menjadi cermin bagi kita untuk melihat dan mempertanyakan bagian-bagian dari kehidupan yang sering kita abaikan, sehingga bisa menjadi pegangan hidup di kemudian hari. (Nindya)

Rekomendasi Berita