FIB Unsoed Lepas 93 Mahasiswa Magang Mandiri Berdampak
- 05 Feb 2026 15:04 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jenderal Soedirman resmi melepas 93 mahasiswa Program Studi Sastra Inggris untuk mengikuti Magang Mandiri Berdampak. Acara pelepasan tersebut berlangsung Pada Kamis, (5/2/2026) di Gedung Bambang Lelono.
Program ini dirancang agar mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat di kelas ke dalam dunia kerja nyata. Magang mandiri ini dikelola langsung oleh program studi dengan melibatkan sekitar 34 hingga 36 instansi mitra. Dekan FIB Unsoed, Prof. Dr. Eli Triasih Rahayu S.S., M.Hum. berharap hasil dari Magang Mandiri Berdampak ini mempunyai kontribusi yang tinggi bagi perusahaan.
"Kami sangat berharap hasil dari Magang Berdampak ini sangat-sangat mempunyai kontribusi yang tinggi bagi perusahaan, sehingga di dalam MoU atau PKS kami dengan mitra, kami juga sampaikan mohon untuk dilibatkan dalam proses perekrutan alumni," ujar Eli.
Mahasiswa akan melaksanakan praktik kerja selama minimal empat bulan untuk mengasah kompetensi soft skill dan hard skill mereka. Pihak fakultas menekankan bahwa pengalaman bekerja di mitra akan memberikan nilai lebih bagi mahasiswa dibandingkan pelamar kerja lainnya.
Korprodi Sastra Inggris, Dyah Raina Purwaningsih S.S., M.Hum. menjelaskan bahwa program ini bertujuan memperluas pengalaman mahasiswa di luar lingkungan kampus. Meskipun bersifat mandiri, regulasi teknis pelaksanaan magang tetap mengacu pada aturan resmi dari kementerian.
"Harapan kami adalah mahasiswa pertama bisa memiliki pengalaman yang luas, tidak hanya belajar di kampus, teori, akademis, tapi juga ada pengalaman bekerja secara riil, secara nyata," ucap Dyah Raina.
Salah satu peserta magang, Muhammad Meizal Derasman Giri, memilih bertugas di Bimbel Aksi untuk mengasah minatnya dalam mengajar. Ia merasa mata kuliah Teaching English for Foreign Learner (TEFL) sangat membantu persiapannya sebelum terjun ke instansi.
Tantangan utama yang diantisipasi oleh Meizal adalah penguasaan materi ajar agar dapat tersampaikan dengan baik kepada siswa. Melalui magang ini, ia menargetkan peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara di depan umum (public speaking).
"Semoga nanti kalau sudah selesai tuh saya jadi pribadi yang lebih baik, jauh lebih baik, better spoken, saya punya confidence yang lebih tinggi," ujar Meizal.
Penutupan acara ditandai dengan harapan besar agar mahasiswa mampu berkontribusi aktif bagi masyarakat melalui instansi tempat mereka bekerja. Program ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan untuk mempercepat masa keterserapan lulusan Sastra Inggris di dunia profesional. (Muhamad Saepul Saputra)