Dilema Makan : Masak Sendiri vs Delivery Order

  • 05 Mar 2026 09:27 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Dinamika konsumsi masyarakat di tahun 2026 tidak hanya terpaku pada satu pilihan, antara memasak atau membeli makanan yang sudah jadi. Dengan meningkatnya biaya hidup, masyarakat kini lebih selektif dalam mengatur strategi keuangan mereka.

Fenomena ini menciptakan trend baru dalam membuat keputusan untuk menyalakan kompor atau membuka aplikasi. Hal tersebut menjadi bahan pertimbangan matang, terutama bagi anak kos. Salah satunya Ninda, mahasiswi di Purwokerto.

Nidya, anak kost (dok : pribadi)

Aktivitas keseharian yang padat dan menguras energi, seringkali membuat tubuh mencapai titik kelelahan tepat saat jam makan tiba. Dalam kondisi fisik yang sudah lelah tersebut, pilihan yang tepat adalah membeli makanan melalui aplikasi yang dikenal dengan delivery order yaitu sistem pemesanan secara daring, dimana pembeli akan memesan, kemudian penyedia jasa akan mengirimkan langsung ke lokasi atau tujuan pembeli.

“Sebagai anak kos, apalagi kalau habis kegiatan pastinya capek ya. Jadi, biasanya lebih pilih beli makanan yang siap makan dan itu lebih simpel juga. Tapi kalau pengen hemat, biasanya masak nasi sendiri, nanti lauk pauknya beli,” ucapnya.

Pilihan membuka aplikasi menjadi keputusan tepat bagi Ninda. Selain dapat menghemat waktu, membeli makanan yang sudah jadi juga dapat menghemat energi. Terutama dalam waktu seharian penuh sudah melakukan banyak aktivitas.

Pada akhirnya, pilihan antara membeli atau memasak akan selalu kembali pada prioritas masing-masing individu. Fleksibilitas inilah yang menjadi wajah baru budaya makan masyarakat modern di tengah perkembangan zaman. (Alin)

Rekomendasi Berita