Makna Mendalam Warna Merah di Perayaan Tahun Baru Imlek
- 20 Feb 2026 09:17 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, RANAI- Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan warna merah. Mulai dari lampion yang menggantung di sudut-sudut kota, amplop angpao, hingga dekorasi rumah dan pakaian yang dikenakan saat hari raya, semuanya didominasi warna cerah tersebut. Bagi masyarakat Tionghoa, merah bukan sekadar pilihan estetika, tetapi memiliki makna simbolis yang mendalam.
Dalam tradisi Tionghoa, warna merah melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran. Warna ini dipercaya mampu mengusir energi negatif serta membawa harapan baru di awal tahun. Karena itu, saat perayaan Tahun Baru Imlek, warna merah hadir hampir di setiap elemen, menciptakan suasana meriah sekaligus penuh doa dan harapan.
Salah satu simbol yang paling dikenal adalah angpao, amplop merah berisi uang yang diberikan kepada anak-anak atau anggota keluarga yang belum menikah. Tradisi ini bukan hanya tentang berbagi rezeki, tetapi juga menyampaikan doa agar penerimanya mendapatkan keberuntungan dan kesejahteraan sepanjang tahun.
Selain itu, warna merah juga terlihat pada lampion dan hiasan bertuliskan kaligrafi Tiongkok yang ditempel di pintu rumah. Hiasan tersebut biasanya berisi harapan akan kesehatan, rezeki, serta kedamaian. Penggunaan warna merah diyakini dapat memperkuat makna doa yang tersemat di dalamnya.
Secara historis, kepercayaan terhadap kekuatan warna merah juga berkaitan dengan legenda tentang makhluk buas bernama Nian yang konon takut terhadap warna merah dan suara keras. Sejak saat itu, masyarakat menggunakan warna merah serta petasan sebagai simbol perlindungan dan penolak bala.
Kini, penggunaan warna merah saat Imlek tidak hanya menjadi tradisi turun-temurun, tetapi juga menjadi identitas budaya yang memperkaya keberagaman di Indonesia. Di berbagai daerah, kemeriahan warna merah saat Imlek menjadi pemandangan yang dinanti setiap tahunnya, sekaligus pengingat akan nilai kebersamaan, harapan, dan optimisme menyambut tahun yang baru.