Nasi Kebuli Bu Mega yang Menggugah Selera
- 26 Feb 2026 22:45 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Menjalani usaha yang sudah ditekuni bertahun tahun memberikan berkah tersendiri terlebih ketika memasuki datangnya bulan suci Ramadhan. Itu juga yang dirasakan oleh ibu Mega , Wanita pemilik usaha nasi kebuli yang membuka dagangannya di tengah kota Ranai.
Ibu dengan tiga orang anak ini setiap harinya selalu disibukan dengan melayani para pembeli di tempat usahanya yang diberi nama jajanan Pondok Hilya. Tidak terkecuali juga disaat bulan Ramadan , nasi kebuli sebagai salah satu andalan usahanya selalu laris termasuk melalui pesanan secara on line.
Diakuinya khusus untuk bulan ramadhan, ia tidak setiap harinya dapat menjual nasi kebuli yang sudah ditekuni dalam beberapa tahun terakhir.
"Untuk nasi kebuli itu merupakan usaha yang best seller ya. Tapi memang tidak setiap harinya di jual. Kalau untuk bulan Ramadhan ini kami jualnya khusus di hari jum'at. " Ujar ibu yang lahir di kota Bekasi, Jawa Barat ini.
Dalam penuturannya sendiri, Ibu Mega mulai mencoba merintis usaha pada sekitar tahun 2017 silam. Jajanan kuliner yang ditawarkan ternyata mendapat respon positif dari warga meskipun dengan hanya menggunakan lapak kecil dan sederhana .
Baru pada tahun 2018 silam, ia mengaku benar-benar mulai memantapkan diri untuk menekuni usaha nasi ala timur tengah ini. Dan pada tahun 2020 usahanya kian eksis dengan membangun tempat usaha yang permanen
"Awal mulai usaha ini pada tahun 2017 lalu , saat itu karena ada barang-barang pesanannya yang tertahan di Tarempa maka untuk mengisi waktu saya mencoba menjual nasi kebuli dan ternyata diminati oleh banyak warga" Kata Ibu Mega saat bercerita awal mula berjualan nasi kebuli.
Lewat ketrampilan serta pengalaman yang dimilikinya, wanita yang bernama lengkap Mega Zia Benazir ini kian dikenal dengan usaha nasi kebulinya. Nasi kebuli bu Mega bisa dikatakan menjadi salah satu jajanan favorit dari banyak warga Ranai sendiri.
Menurutnya dalam olahan nasi kebuli yang dilakukannya sendiri memiliki cita rasa yang disesuaikan dengan lidah masyarakat Natuna umumnya. Untuk mencocokan cita rasa yang sesuai selera warga Natuna itu diakuinya juga memerlukan proses yang cukup panjang dan lama.
" Untuk meraciknya saya menggunakan beras khusus dari India serta mengolah bumbunya yang disesuaikan dengan lidah masyarakat melayu " Ucapnya.
Saat di bulan Ramadhan ini, Ibu Mega mengaku jika usaha jajanan yang dilakukannya terutama dengan nasi kebulinya akan dapat semakin menggugah selera banyak orang. Keyakinan yang ia peroleh dari pengalamannya dalam setiap menjalankan usahanya pada bulan yang penuh berkah ini di tahun tahun sebelumnya.