Adat Beloghak Pengantin Masih Dilestarikan
- 04 Feb 2026 21:01 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Adat Beloghak atau Belarak pengantin masih menjadi bagian penting dalam prosesi pernikahan masyarakat Melayu di Kabupaten Natuna. Tradisi ini dilakukan dengan mengarak pengantin menuju rumah atau tempat acara resepsi sebagai simbol penghormatan, kebersamaan, dan pengumuman kepada masyarakat sekitar.
Beloghak pengantin biasanya diiringi keluarga, tokoh adat, serta masyarakat setempat dengan mengenakan busana adat Melayu. Prosesi ini mencerminkan nilai gotong royong dan keterikatan sosial yang kuat dalam kehidupan masyarakat Natuna.
Menurut buku “Adat Istiadat Melayu Kepulauan Riau” terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, belarak pengantin merupakan bentuk penghormatan kepada kedua mempelai sekaligus sarana memperkenalkan status baru pengantin kepada lingkungan sosialnya.
Tokoh adat Natuna, H. Ahmad Yani, menyebutkan bahwa beloghak bukan sekadar arak-arakan, tetapi mengandung nilai filosofi tentang kesiapan pengantin menjalani kehidupan rumah tangga.
“Prosesi ini mengajarkan tanggung jawab dan kebersamaan, bukan hanya untuk pasangan, tetapi juga keluarga besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaannya, beloghak juga sering disertai doa-doa adat sebagai bentuk permohonan keselamatan dan keharmonisan rumah tangga. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun dan dijaga oleh lembaga adat setempat.
Meski demikian, pelaksanaan adat beloghak kini mulai menyesuaikan kondisi zaman. Faktor biaya, waktu, serta perubahan pola hidup masyarakat membuat prosesi ini tidak selalu dilakukan secara lengkap.
Pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Natuna terus mendorong pelestarian adat beloghak sebagai bagian dari identitas budaya daerah yang perlu dikenalkan kepada generasi muda dan masyarakat luas.