Sampah Plastik, Masalah Sepele yang Mengancam Bumi

  • 26 Nov 2025 22:40 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang : Sampah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan terbesar di dunia saat ini. Plastik sendiri adalah bahan sintetis yang banyak digunakan karena sifatnya yang ringan, fleksibel, kuat dan tahan lama.

Namun, sifat tahan lama inilah yang menjadikan plastik sulit terurai secara alami. Dalam kondisi lingkungan biasa, plastik dapat membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai sempurna

Potret inilah yang masih terjadi di masyarakat, menganggap sampah plastik itu adalah hal yang ringan, mudah dibuang, mudah dibawa, sehingga mengesampingkan dampak besar yang ditimbulkan. Hal tersebut disampaikan Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Pengendalian DLHK Aceh, Naharuddin Hasan, S.Hut.,M.Si dalam perbincangan bersama Pro 1 RRI Banda Aceh, Selasa (25/11/2025).

Hal ini menimbulkan dampak serius, baik terhadap ekosistem darat maupun laut. Berdasarkan data di sistem infomasi pengelolaan sampah nasional (SIPSN) tahun 2024 dari total sampah timbulan yang ada di Aceh sebesar 931.689 Ton, ada 161.552 Ton atau 20,56 itu berasal dari sampah plastik. “Sekitar 20 % lebih suatu angka yang tidak kecil dan penyumbang terbesar itu adalah dari sektor rumah tangga, ini menjadi tantangan kedepan untuk bisa mengurangi limbah sampah plastik,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan mengenai tantangan terbesar yang dihadapi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah plastik ini. “Tantangan terbesar ialah kesadaran masyarakat, ini jadi hal yang mendasar, masih rendahnya kesadaran masyarakat kita yang memandang sampah plastik sebagai ancaman yang besar sehingga diperlukan edukasi dan sosialisasi yang lebih lagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan infrastruktur juga masih rendah dan kurang, sehingga masyarakat tidak memiliki sarana untuk membuang sampah di tong/tempat-tempat penampungan sampah lainnya. Bukan hanya kepada masyarakat di kota/desa, pelaku usaha juga termasuk yang perlu diberikan edukasi serupa, begitu pula halnya di sekolah-sekolah mulai dari PAUD-SMA.

Diharapkan kepedulian bersama pada sampah plastik ini, bisa membawa pengaruh yang baik bagi keseimbangan alam. Mulailah dari hal kecil, diri sendiri, serta menjadikan kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama,

L

Rekomendasi Berita