Panduan Menjaga Kesehatan Mata di tengah Paparan Gadget

  • 20 Feb 2026 17:47 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Di era transformasi digital saat ini, gadget telah menjadi kebutuhan yang sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, hingga mencari hiburan, mata dipaksa untuk menatap layar selama berjam-jam. Namun, paparan layar berlebihan tentunya dapat berdampak buruk bagi kesehatan penglihatan.

Dokter Niska Alfisyahrin, Sp. M, selaku Dokter Spesialis Mata sekaligus Staf Medis di RSUDZA Banda Aceh mengatakan, dibalik keuntungan dari penggunaan gadget harus digunakan secara bijak terutama untuk menjaga kesehatan mata. “Memang saat ini dampak gangguan kesehatan mata pada orang yang menggunakan gadget secara berlebihan cukup besar dan sudah menjadi perhatian global, bahkan profesi yang mengharuskan berhadapan dengan laptop setiap harinya, 50 hingga 80 persen mengeluh mendapat gangguan pada mata” ujarnya dalam dialog bersama Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 31 Januari 2026.

Beberapa keluhan mata yang paling sering dialami karena penggunaan gadget berlebihan berupa:

  • Digital Eye Strain (Kelelahan Mata), kondisi di mana mata terasa pegal, panas, dan berat akibat otot mata yang bekerja terlalu keras untuk fokus pada jarak dekat dalam waktu yang lama.
  • Dry Eye Syndrome (Mata Kering), saat menatap layar dengan fokus tinggi, frekuensi berkedip manusia cenderung berkurang drastis, yang menyebabkan mata perih, merah, dan terasa mengganjal. Padahal, berkedip berfungsi untuk melumasi bola mata.
  • Risiko Miopia (Mata Minus), pada anak-anak yang masa pertumbuhan matanya belum sempurna, kebiasaan meliaht secara dekat secara terus-menerus dapat mempercepat perkembangan mata minus.

Lebih lanjut dokter Niska mengatakan bahwa aturan waktu melihat layar bagi setiap orang berbeda-beda tergantung kondisi tubuh dan mata. Namun, ia mengatakan tidak disarankan untuk bayi dibawah satu tahun untuk melihat gadget, untuk satu hingga lima tahun tidak lebih dari satu jam. Kemudian untuk usia lima hingga 17 tahun tidak lebih dari dua jam, dan untuk dewasa tidak lebih dari enam jam.

Namun, saat ini tidak dapat dihindari bahwa penggunaan layar semakin sering. Jadi, ia memberikan tips praktis untuk memberikan waktu istirahat bagi otot mata, yaitu aturan 20-20-20. Aturan ini berupa setiap 20 menit menatap layar, kemudian istirahatkan mata selama 20 detik, lalu melihat benda yang berjarak jauh minimal 20 kaki.

Rekomendasi Berita