Telinga Sehat, Rawat Pendengaran Anak sejak Dini
- 03 Mar 2026 00:08 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Telinga merupakan alat panca indera yang penting dalam proses tumbuh kembang anak. Kemampuan mendengar bagi anak berperan besar dalam perkembangan berbahasa, berbicara hingga kemampuan akademiknya, oleh karenanya menjaga pendengaran anak sejak dini akan berpengaruh pada masa depannya kelak.
dr.Dina Alia, Sp.THT-KL,Ph.D dalam Dialog Klinik Angkasa bersama RRI mengatakan, pada seorang anak pendengaran itu sebagai fondasi untuk berbicara dan bagi anak dalam usia sekolah pendengaran sebagai fondasi untuk bisa mendengar informasi berupa pelajaran-pelajaran. “Masalah utama bagi anak usia sekolah, yang paling sering adalah kotoran telinga menumpuk dalam waktu yang panjang dapat menganggu fungsi pendengaran, maka orang dewasa disekitarnya perlu tahu ada apa dengan pendengaran si anak dan langsung bawa untuk diperiksa ke dokter”, ujarnya Sabtu 28 februari 2026.
Lebih lanjut dikatakannya, masalah pendengaran pada bayi yang baru lahir, biasa sulit untuk mendeteksi apakah si anak pendengarannya baik-baik saja atau tidak. Misalkan bayi terlahir tuli maka tidak ada tanda ataupun gejalanya pada si bayi, gangguan pendengaran yang tidak terdeteksi ini akan menyebabkan bayi lambat berbicara dan sulit belajar dikemudian hari.
Ada beberapa langkah sederhana menjaga telinga anak yaitu :
- Menjaga telinga tetap kering. Telinga yang lembab atau basah akan memicu pertunbuhan jamur dan bakteri.
- Perhatikan tanda-tanda gangguan pendengaran. Langsung bawa atau periksakan anak ke dokter jika anak menunjukkan gejala seperti tidak merespon saat dipanggil, telinga mengeluarkan cairan.
- Jangan membersihkan telinga menggunakan cotton bud. Penggunaan cotton bud akan mendorong kotoran masuk kedalam telinga dan melukai saluran telinga.
- Batasi paparan suara yang keras. Atur volume televisi, handphone agar tidak merusak pendengaran secara perlahan.
- Rutin periksa ke dokter.
Masalah pendengaran pada anak dapat terjadi sejak lahir maupun pada saat anak dalam masa pertumbuhan. Berikut beberapa faktor yang umum terjadi yaitu :
- Faktor keturunan
- Infeksi pada saat ibu sedang hamil
- Infeksi telinga terjadi secara berulang
- Bayi lahir prematur
- Penumpukkan kotoran di telinga
dr. Dina mengajak semua orang tua untuk melihat perkembangan si anak dalam masalah pendengaran, jangan diabaikan . “Langsung saja bawa anak ke dokter THTuntuk diperiksa anatomi telinga nya dan fungsi pendengarannya, jika semua baik-baik saja maka pendengaran si anak aman, supaya kita bisa jaga kehidupan si anak yang berkelanjutan”, tutupnya