Tips Sehat Ramadan Bagi Penderita Gangguan Ginjal

  • 05 Mar 2026 22:20 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Menjalankan ibadah puasa Ramadan merupakan kerinduan bagi setiap umat muslim, termasuk bagi mereka yang sedang berjuang dengan penyakit kronis seperti gangguan ginjal dan hipertensi. Dokter Desi Salwani, SpPD KGH, Konsultan Ginjal Hipertensi mengatakan bahwa bagi penderita gangguan ginjal yang ingin berpuasa, harus menyesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit ginjal dan stadiumnya.

“Penderita gangguan ginjal stadium 1 hingga 3 umumnya paling aman untuk berpuasa, karena kondisi fungsi ginjal masih cukup stabil,” ujarnya dalam dialog bersama Pro 1 Banda Aceh, Sabtu 14 Februari 2026. Sementara itu, untuk stadium 4 boleh berpuasa dengan pengawasan ketat dari dokter. Sedangkan untuk penderita stadium 5 (Gagal ginjal tahap akhir) secara medis tidak disarankan berpuasa.

Berikut ini panduan pengaturan pola makan dan minum bagi penderita gangguan ginjal selama puasa, antara lain:

  • Aturan Cairan, pasien tetap harus memenuhi kebutuhan air sekitar 30 cc per berat badan, yang dibagi antara waktu berbuka dan sahur.
  • Batasi Garam dan Kalium, pasien hipertensi dan ginjal wajib mengurangi asupan garam (natrium). Hindari makanan olahan, kecap berlebih, dan micun. Bagi pasien stadium lanjut, harus menghindari makanan tinggi kalium seperti pisang atau kolak yang berlebihan saat berbuka.
  • Hindari Kopi dan Soda, minuman ini bersifat diuretic (memicu kencing lebih sering) yang mempercepat dehidrasi selama siang hari.

Dokter Desi juga menyarankan bagi pasien yang ingin tetap aktif berolahraga, dapat melakukan olahraga ringan hanya pada waktu menjelang berbuka puasa, sekitar 30 hingga 60 menit sebelum berbuka. Hal ini bertujuan agar cairan dan energi yang terbakar saat olahraga bisa langsung digantikan saat waktu berbuka puasa.

Lebih lanjut ia juga mengingatkan untuk tidak memaksakan diri jika tubuh memberikan sinyal bahaya, dan langsung membatalkan puasa. Tanda-tanda tersebut meliputi pusing hebat atau hoyong, keringat dingin dan lemas, sesak napas atau bengkak pada kaki bertambah parah, serta kenaikan berat badan drastic yang menandakan penumpukan cairan akibat ginjal tidak mampu membuang sisa air.

Rekomendasi Berita