Infeksi Berulang dan Kebiasaan Cotton Bud Bisa Picu Gangguan Pendengaran Anak

  • 08 Mar 2026 00:14 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Gangguan pendengaran pada anak tidak hanya disebabkan oleh faktor bawaan sejak lahir, tetapi juga dapat dipicu oleh infeksi yang terjadi berulang serta kebiasaan membersihkan telinga yang kurang tepat.

Dokter spesialis THT RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, Dina Alia, Sp.THT-KL, Ph.D, menjelaskan hal tersebut dalam dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, pada Sabtu 28 Februari 2026 Ia mengatakan, pada bayi gangguan pendengaran dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terjadi sejak masa kehamilan hingga setelah kelahiran.

“Infeksi saat kehamilan seperti TORCH, faktor genetik, bayi lahir dalam kondisi biru, kuning berat, atau bayi yang lama dirawat di NICU dapat menjadi faktor risiko terjadinya gangguan pendengaran,” ujarnya.

Sementara itu, pada anak usia sekolah, gangguan pendengaran paling sering disebabkan oleh penumpukan kotoran telinga (serumen) serta infeksi telinga yang muncul akibat batuk dan pilek yang tidak tertangani dengan baik.

Ia menjelaskan, infeksi saluran pernapasan atas dapat menyebar ke telinga tengah melalui saluran tuba eustachius. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan cairan di telinga tengah. Jika tidak segera ditangani, cairan tersebut berpotensi menimbulkan kerusakan pada gendang telinga hingga tulang pendengaran.

“Jika infeksi terjadi berulang dan tidak diobati secara tuntas, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen,” jelasnya.

Dina Alia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membersihkan telinga menggunakan cotton bud hingga ke dalam liang telinga. Menurutnya, kebiasaan tersebut justru dapat mendorong kotoran telinga semakin masuk dan menumpuk di bagian dalam.

“Membersihkan telinga cukup pada bagian luar saja. Jika merasa ada keluhan, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter THT,” imbaunya.

Ia juga mengajak orang tua, guru, serta orang dewasa di sekitar anak untuk lebih peka terhadap perubahan respons komunikasi anak. Hal ini penting agar gangguan pendengaran dapat dideteksi lebih dini.

“Jika sudah muncul kecurigaan adanya gangguan pendengaran, jangan dibiarkan. Segera lakukan pemeriksaan agar tidak mengganggu tumbuh kembang serta proses belajar anak,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita