Dokter THT Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Pendengaran Anak

  • 08 Mar 2026 00:20 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, dr. Dina Alia, Sp.THT-KL, Ph.D, mengingatkan pentingnya perawatan telinga serta deteksi dini gangguan pendengaran pada anak sejak usia dini.

Hal tersebut disampaikan dr. Dina dalam dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu, 28 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa pendengaran merupakan fondasi utama perkembangan bicara anak.

Menurutnya, gangguan pendengaran pada anak usia sekolah kerap tidak disadari baik oleh anak maupun orang tua.

“Pada anak sekolah, jika ada gangguan pendengaran sering kali tidak disadari. Anak mengira memang suara guru seperti itu. Akibatnya prestasi belajar bisa menurun karena anak salah menangkap instruksi,” ujarnya.

Ia menyebutkan beberapa tanda gangguan pendengaran pada anak usia sekolah antara lain sering salah memahami perintah, kurang respons saat diajak berbicara, serta kebiasaan menaikkan volume televisi atau gawai secara berlebihan.

Sementara pada bayi, gangguan pendengaran lebih sulit dikenali karena tidak disertai keluhan. Oleh sebab itu, orang tua perlu memperhatikan tahapan perkembangan bicara atau milestone bahasa anak.

“Pada usia satu tahun idealnya anak sudah bisa mengucapkan satu kata bermakna, kemudian usia dua tahun sudah mampu mengucapkan dua kata bermakna. Jika perkembangan ini tidak sesuai usia, perlu dicurigai adanya gangguan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya skrining pendengaran sejak bayi baru lahir. Pemeriksaan awal idealnya dilakukan pada usia 0–2 hari, dilanjutkan pada usia 3 bulan, dan pada usia 6 bulan diagnosis gangguan pendengaran seharusnya sudah dapat ditegakkan jika ditemukan masalah.

“Semakin cepat gangguan pendengaran terdeteksi dan ditangani, semakin besar peluang anak untuk mengejar ketertinggalan perkembangan,” tegas dr. Dina.

Rekomendasi Berita