Pulau Rubiah Jadi Andalan Wisata Snorkeling dan Diving Sabang
- 25 Feb 2026 04:21 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Pulau Rubiah di Kota Sabang terus menjadi destinasi unggulan wisata bahari, khususnya untuk aktivitas snorkeling dan diving. Keindahan ekosistem bawah laut yang masih terjaga menjadikan pulau kecil tak berpenghuni ini diminati wisatawan pencinta petualangan laut.
Pulau Rubiah yang berada di Desa Wisata Bahari, Iboih Kota Sabang dikenal memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi. Terumbu karang berwarna-warni, ikan tropis serta kejernihan air laut menjadi daya tarik utama kawasan yang masuk dalam Taman Laut Pulau Rubiah tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang Harry Susethia mengatakan, Pulau Rubiah merupakan salah satu aset wisata bahari terpenting yang dimiliki daerah. Keindahan bawah lautnya telah dikenal luas hingga mancanegara dan perlu dijaga kelestariannya secara berkelanjutan.
“Pulau Rubiah adalah ikon wisata bawah laut Sabang. Keindahannya sudah dikenal luas, sehingga menjaga kawasan ini tetap alami menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Harry Selasa 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pihaknya mendorong penerapan prinsip ekowisata dalam pengelolaan kawasan Pulau Rubiah. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi lingkungan bagi wisatawan serta pelaku usaha wisata bahari.
“Kami bekerja sama dengan komunitas penyelam lokal, pemandu wisata, dan pelaku usaha untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kelestarian laut adalah kunci keberlanjutan pariwisata,” katanya.
Akses menuju Pulau Rubiah dapat ditempuh menggunakan perahu kecil dari Pantai Iboih dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Di sekitar pulau, wisatawan dapat menyewa perlengkapan snorkeling dan menyelam, serta mengikuti tur bawah laut yang dipandu instruktur bersertifikat.
Selain wisata alam, Pulau Rubiah juga memiliki nilai sejarah. Di kawasan ini terdapat sisa-sisa bangunan peninggalan masa pendudukan Jepang serta makam-makam tua yang diyakini berasal dari era kolonial Belanda.
Harry menyebut keberlanjutan wisata bahari Sabang membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat. Pengelolaan kawasan wisata, kata dia, harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian alam dan penghormatan terhadap kearifan lokal.
“Pariwisata bahari Sabang hanya bisa bertahan jika dikelola secara bijak, dengan menjaga alam dan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari pengelolaan,” ujarnya.