Eksistensi Tradisi Mamak Kemenakan Suku Minangkabau di Era Modernisasi

  • 20 Feb 2026 16:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Arus globalisasi dan pola hidup di perantauan mulai menggeser peran tradisional laki-laki Minangkabau terhadap keponakannya. Dalam diskusi program Pantas Minang pada Sabtu, 14 Februari 2026, Uni Yet dan Uni Aziar menyoroti bagaimana tantangan menjaga filosofi Anak Dipangku Kamanakan Dibimbiang di tengah kehidupan kota besar yang cenderung individualis.

Uni Yet melihat bahwa di perantauan, peran ayah kini menjadi jauh lebih dominan dibandingkan sosok Mamak. Faktor jarak dan ekonomi sering kali membuat hubungan antara paman dan keponakan tidak seerat saat mereka berada di kampung halaman (Ranah Minang).

"Di rantau mungkin peran ayah lebih banyak diambil alih, tapi tetap penting mengenalkan anak-anak kepada Mamaknya agar mereka tahu siapa yang membimbingnya secara adat," ujar Uni Yet.

Menurut Uni Yet, orang tua di perantauan harus tetap mengondisikan anak-anak mereka agar menghormati Mamak. Hal ini penting untuk menjaga identitas budaya mereka sehingga saat kembali ke kampung halaman, anak-anak tersebut tidak merasa asing dengan sistem kekerabatan mereka sendiri.

Uni Aziar juga mengakui bahwa modernisasi menyebabkan peran Mamak sedikit memudar, namun ia menegaskan bahwa secara esensi tradisi ini masih bertahan. Masih banyak Mamak di rantau yang tetap memantau perkembangan keponakannya meski hanya melalui media komunikasi modern.

"Walaupun di era modern peran ini sedikit bergeser karena faktor ekonomi dan pendidikan, namun posisi Mamak tetap penting untuk hal-hal tertentu," ucap Uni Aziar.

Uda Men menambahkan bahwa seiring perkembangan zaman, kadar keterlibatan Mamak mungkin tinggal 60 hingga 70 persen. Namun, dalam pengambilan keputusan penting seperti pernikahan atau urusan adat, suara Mamak tetap menjadi pertimbangan utama yang tidak bisa ditinggalkan.

"Intinya peran Mamak walau bagaimanapun masih terpakai, tinggal kadarnya lagi yang mungkin sudah berkurang dibanding dulu," kata Uda Men menyimpulkan diskusi.

Rekomendasi Berita