Tak Sekadar Tradisi, Bahasa Daerah Kini Punya Nilai Jual Tinggi di Media Sosial
- 27 Feb 2026 05:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Samarinda – Anggapan bahwa bahasa daerah bersifat kuno dan ketinggalan zaman mulai terpatahkan. Di era digital saat ini, bahasa daerah justru menjadi komoditas kreatif yang memiliki nilai jual tinggi dan mampu menarik perhatian audiens secara luas melalui berbagai platform media sosial.
Pemenang 1 Duta Bahasa Kaltimtara 2025, Jacinta Maharani Mulawarman, mengungkapkan bahwa bahasa daerah kini memiliki daya tarik unik yang disebutnya sebagai "nilai jual". Fenomena ini terlihat dari banyaknya kreator konten atau TikTokers yang mendulang popularitas justru karena menggunakan bahasa daerah dalam karya-karya mereka.
"Bahasa daerah itu punya nilai jual di media sosial. Kita sering melihat banyak TikTokers menggunakan bahasa daerah dan itu terdengar unik. Orang-orang yang mendengar jadi penasaran dengan bahasa tersebut," ujar Jacinta dalam dialog Odah Bekesah di RRI Samarinda.
Menurut Jacinta, generasi muda tidak perlu merasa minder atau hanya mengagungkan bahasa asing. Penggunaan unsur bahasa daerah dalam tren lagu atau video pendek terbukti mampu menembus pasar internasional dan diapresiasi oleh kalangan luas.
Hal senada disampaikan oleh Muhammad Tirta Artesian, Pemenang 1 Duta Bahasa Kaltimtara 2025 lainnya. Ia menyebutkan bahwa bahasa daerah kini telah mengalami proses rebranding atau penjenamaan ulang melalui industri hiburan. Contoh nyata yang ia soroti adalah kesuksesan film lokal seperti Kuyang yang kental dengan unsur bahasa Banjar.
"Lagu-lagu daerah dan film seperti Kuyang yang ramai ditonton hingga ratusan ribu orang menunjukkan bahwa bahasa daerah membuat kita merasa familiar dan emosional. Bahasa daerah itu sangat bisa dikomersilkan," kata Tirta.
Lebih lanjut, Tirta menjelaskan bahwa peluang ekonomi dari penguasaan bahasa daerah sangat terbuka lebar. Mulai dari pembawa acara (MC) khusus acara adat hingga penerjemah budaya bagi peneliti asing merupakan peluang profesi yang menjanjikan.
Duta Bahasa Kaltimtara mendorong generasi muda untuk memanfaatkan kreativitas digital guna melestarikan sekaligus mempopulerkan bahasa ibu. Dengan kemasan yang menarik, bahasa daerah diharapkan tidak hanya lestari secara lisan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.