Peran Penting Keluarga dalam Melestarikan Bahasa Ibu
- 09 Mar 2026 12:21 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Bahasa ibu merupakan bahasa pertama yang diajarkan dalam setiap keluarga, sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter dan jati diri seseorang. Pentingnya peran keluarga dalam menanamkan bahasa ibu, menjadi sorotan dalam program Odah Bekesah di RRI Pro4 Samarinda.
Muhammad Tirta Artesian selaku Duta Bahasa Kaltimtara 2025, menjelaskan bahwa bahasa ibu adalah bahasa pertama yang ditanamkan sejak kecil hingga dewasa. Orang tua adalah guru pertama yang mengajarkan cara berinteraksi dan memahami dunia melalui budaya lokal.
''Bahasa daerah yang diajarkan oleh keluarga itu lebih bagus efeknya, daripada kita belajar sendiri lewat muatan lokal," ujar Tirta, dikutip Senin 9 Maret 2026. Ia menilai interaksi sehari-hari di rumah, dapat membuat seorang anak lebih cepat memahami bahasa ibu.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya pergeseran. Duta Bahasa Kaltimtara 2025, Jacinta Maharani Mulawarman menceritakan pengalamannya. ''Saya bertemu teman sebaya yang sama sekali tidak menguasai bahasa daerah asalnya, karena tidak dibiasakan di rumah,'' katanya.
Jacinta juga menyoroti kosakata bahasa daerah yang sulit diterjemahkan. Ia mencontohkan kata betimung dalam bahasa Kutai, yang maknanya jauh lebih dalam dari sekadar mandi uap, karena melibatkan unsur rempah dan tradisi di dalamnya. Tanpa pengenalan dari keluarga, makna filosofis seperti ini akan hilang ditelan zaman.
Tantangan lainnya adalah adanya stereotip yang menyebut bahasa daerah sebagai bahasa kuno. Padahal, bahasa Indonesia banyak menyerap kosakata dari bahasa daerah. Jika bahasa daerah punah, maka kekayaan kosakata bahasa Indonesia terancam berkurang.
Sebagai penutup, Duta Bahasa Kaltimtara 2025 mengajak setiap orang tua untuk kembali bangga berbicara bahasa daerah kepada anak-anak mereka. Melestarikan bahasa ibu adalah bentuk penghormatan, sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di generasi mendatang.