Senyawa dan Candu, Era Baru Killing Me Inside Re:union
- 28 Feb 2026 20:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Band emo asal Jakarta, Killing Me Inside Re:union resmi kembali dengan merilis single terbaru berjudul “Senyawa dan Candu”. Comeback ini menjadi langkah awal setelah penampilan terakhir mereka pada September tahun lalu serta masa rehabilitasi yang dijalani sang vokalis, Onadio Leonardo, selama tiga bulan. Tanpa menunggu lama, trio ini langsung bergerak memperkenalkan karya yang berbeda dari rilisan sebelumnya.
“Senyawa dan Candu” lahir dari proses yang sangat personal. Lagu ini diciptakan Onad saat menjalani rehabilitasi dan menjadi ruang refleksi atas perjalanan hidupnya. “Ini adalah bentuk penyesalan terbesar gue karena membuat kesalahan fatal. Saat rehab, gue tidak tahu mau ngapain, akhirnya gue nulis lagu lagi,” ujarnya. Ia menambahkan, “Gue belum pernah bikin lagu sepersonal ini. Ini benar-benar tentang gue.”
Dari segi penulisan, Onad menggarap sendiri lirik dan komposisinya. Sementara itu, aransemen musik dibantu oleh Raka, Sansan, dan Rudye yang merupakan mantan personel dan masih terlibat dalam proses kreatif band. Keterlibatan mereka memberi sentuhan emosional sekaligus kesinambungan identitas musikal Killing Me Inside Re:union.
Menurut Onad, rekan-rekannya langsung menerima lagu tersebut meski terasa berbeda dari karya sebelumnya. “Mereka langsung terima. ‘Ini lo banget sih,’ katanya. Memang juga kita sudah lama tidak bikin lagu bahasa Indonesia. Momennya pas, gue baru selesai rehab, jadi ya sudah, lanjut,” paparnya. Respons itu menjadi dorongan kuat bagi band untuk melangkah ke fase berikutnya.
Melalui single ini, Killing Me Inside Re:union memperkenalkan era baru dengan penggunaan bahasa Indonesia secara penuh. Setelah bertahun-tahun dikenal lewat lagu berbahasa Inggris, keputusan ini menjadi penanda perubahan signifikan. Tidak hanya dari sisi bahasa, warna musik mereka kini terdengar lebih pop dengan visual yang lebih ceria.
Onad menyebut perubahan ini sebagai bagian dari rebranding, mengingat perjalanan mereka yang pernah melewati fase album seperti The Tormented hingga Biarlah. “Gue ngerasa ini ramuan Killing Me Inside Re:union yang paling pas. Pop-nya kita tuh segini,” katanya. Ia mengakui bahwa upaya membuat lagu berbahasa Indonesia sebelumnya belum pernah terasa sekuat kali ini.
Tidak berhenti pada satu single, trio yang terdiri dari Onad, Sansan, dan Raka telah menyiapkan rencana lain sepanjang tahun ini. Mereka bahkan memberi sinyal akan kembali merilis extended play setelah cukup lama hanya mengeluarkan single. “Sudah lama kita tidak keluarin EP. Itu salah satunya. Yang jelas, prioritas gue tahun ini adalah Killing Me Inside Re:union,” kata Onad.