Krisdiyanto Padukan Paddleboard, Lingkungan, dan Wisata Sungai
- 31 Jan 2026 18:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Sosok Krisdiyanto dikenal luas sebagai penggerak lingkungan yang konsisten mengombinasikan olahraga air, khususnya stand up paddleboard (SUP), dengan aksi nyata pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata sungai di Kalimantan Timur, terutama di Kota Samarinda.
Melalui pendekatan yang kreatif dan edukatif, Krisdiyanto tidak hanya mengajak masyarakat menikmati olahraga air, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan keberlanjutan sungai sebagai urat nadi kehidupan kota.
Nama Krisdiyanto sangat erat dengan Komunitas Paddleboard di Samarinda. Ia memanfaatkan paddleboard sebagai sarana utama dalam aktivitas pungut sampah, sebuah metode yang dinilai efektif untuk menjangkau area sungai yang dangkal maupun sempit yang sulit diakses perahu bermotor, ujarnya.
Penggunaan paddleboard dalam aksi lingkungan ini dinilai memiliki banyak keunggulan. Selain ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar, papan ini memungkinkan relawan bergerak lebih fleksibel dan dekat dengan sumber sampah di sungai, katanya.

Krisdiyanto, Bachtiar dari GMSS SKM, dan Fariz saat berdialog di Pro 1 Samarinda dalam program Obrolan Komunitas. (Foto : RRI/Dedi)
Tak sekadar aksi bersih-bersih, Krisdiyanto juga kerap menginisiasi kegiatan edukatif seperti lomba pungut sampah menggunakan paddleboard. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai, sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab lingkungan sejak dini, ucapnya.
Dalam menjalankan misinya, Krisdiyanto aktif bersinergi dengan komunitas Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM). Bersama tokoh lingkungan seperti Pak Misman dan Bang Iyau atau Bachtiar, ia berupaya mengubah citra Sungai Karang Mumus menjadi ruang publik yang lebih bersih, sehat, dan produktif, ujar Krisdiyanto.
Perubahan wajah Sungai Karang Mumus perlahan mulai terlihat. Sungai yang sebelumnya identik dengan sampah kini mulai dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas sosial, olahraga, dan edukasi lingkungan bagi masyarakat sekitar, katanya.
Selain fokus pada pelestarian lingkungan, Krisdiyanto juga mendorong pengembangan pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism. Ia meyakini sungai-sungai di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, memiliki potensi wisata besar jika dikelola secara berkelanjutan.
Dengan menjadikan aktivitas paddling sebagai daya tarik utama, Krisdiyanto turut membantu menciptakan wajah baru pariwisata lokal yang ramah lingkungan dan berkonsep ekowisata. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat tanpa merusak ekosistem sungai, ujarnya.
Di bidang edukasi, Krisdiyanto secara rutin memberikan pelatihan teknik dasar paddling kepada masyarakat umum dan anak-anak. Menurutnya, "membangun kedekatan emosional antara manusia dan air menjadi kunci agar sungai tetap dijaga dan dilestarikan", katanya.
Melalui kombinasi olahraga, edukasi, dan kepedulian lingkungan, Krisdiyanto membuktikan bahwa sungai bukan sekadar aliran air, melainkan ruang hidup yang harus dijaga bersama demi masa depan kota yang berkelanjutan.