Menikmati Keindahan Sungai Samarinda Lewat Paddle Board
- 10 Feb 2026 13:08 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Sungai di Samarinda tidak hanya berfungsi sebagai jalur air, tetapi juga menyimpan potensi besar sebagai ruang rekreasi. Melalui aktivitas paddle board, keindahan sungai kini bisa dinikmati dari sudut pandang yang berbeda, lebih dekat, dan lebih personal. Beberapa titik bahkan menjadi favorit karena menyuguhkan panorama khas Kota Tepian.
Salah satu spot yang paling diminati adalah kawasan Teras Samarinda, tepatnya di sekitar Teluk Lerong Garden. Anggota komunitas Paddle Board Samarinda, Krisdianto mengatakan, ada beberapa spot yang menjadi favorit komunitas mereka. “Dari dermaga Teras Samarinda itu view-nya pas banget. Kelihatan Islamic Center, Jembatan Mahakam, dan sunset. Itu spot paling cakep,” ujarnya kepada RRI, dalam program Obrolan Komunitas Pro1 Samarinda. Tak heran, lokasi ini kerap menjadi pilihan utama bagi anggota komunitas maupun peserta pemula.
Namun, keindahan Sungai Mahakam juga dibarengi tantangan tersendiri. Menurut Krisdianto, faktor keselamatan selalu menjadi prioritas utama. “Mahakam ini arusnya cukup berbahaya. Jadi sebelum kegiatan kami selalu briefing, dan kalau arus terlalu deras, kegiatan bisa langsung dihentikan,” katanya menjelaskan.
Ia menceritakan, pernah dalam satu kegiatan seluruh peserta diputuskan untuk dijemput dan dievakuasi lewat darat karena kondisi tidak memungkinkan. Keputusan cepat ini diambil demi menghindari risiko yang tidak diinginkan, meskipun rencana awal ingin melanjutkan lintasan pulang-pergi.

Bagi pemula yang tertarik mencoba paddle board, kepercayaan diri menjadi keterampilan dasar yang paling penting. “Kebanyakan peserta itu bukan takut jatuh atau tidak bisa berenang, tapi takut basah. Rasa khawatir tersebut justru sering membuat tubuh menjadi kaku dan sulit menjaga keseimbangan,” ucap Krisdianto.
Ia melanjutkan, peluang jatuh bagi pemula memang cukup tinggi, bahkan bisa mencapai 80 persen. Namun hal itu merupakan bagian dari proses belajar. Dengan penggunaan jaket pelampung, risiko dapat diminimalkan sehingga peserta bisa lebih fokus menikmati pengalaman di atas air.
Dari sisi keamanan, komunitas menerapkan prosedur ketat. Krisdianto mengungkapkan, sebelum bermain selalu dilakukan pendataan, mulai dari kemampuan berenang hingga berat badan peserta. “Kalau daya tampung papan tidak memungkinkan, kami sarankan pendampingan. Tidak ada yang boleh main sendiri, apalagi di perairan terbuka,” katanya menegaskan.
Selain Mahakam, Sungai Karang Mumus juga memiliki spot potensial, salah satunya kawasan Sekolah Sungai. Area ini dikenal sebagai hidden gem karena suasananya hijau, sejuk, dan telah direstorasi dengan kanopi alami. “Secara visual ini salah satu spot terbaik, tapi belum kami buka luas karena harus dijaga,” ujarnya.
Selain itu, komunitas bersama Gerakan Memungut Sehelai Sampah ingin memastikan wisata air tidak merusak nilai lingkungan. “Kami tidak ingin tempat ini ramai tapi orang-orangnya tidak peduli lingkungan,” katanya, menegaskan pentingnya keseimbangan antara rekreasi dan konservasi.
Lebih dari sekadar menikmati pemandangan, setiap kegiatan paddle board juga mengandung unsur edukasi. Para anggota diajak memahami sejarah restorasi sungai dan perjuangan menjaga ekosistem selama bertahun-tahun. Dengan begitu, pengalaman berwisata tidak berhenti pada kesenangan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab.