Waspada! Lampu Pintar Rentan Diretas, Pakar Ungkap Risiko Pencurian Data
- 27 Feb 2026 22:52 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Teknologi rumah pintar kian menjadi bagian dari gaya hidup modern. Namun, laporan terbaru mengungkapkan bahwa perangkat sederhana seperti lampu pintar memiliki celah keamanan serius yang berpotensi menimbulkan dampak fatal, mulai dari pencurian data pribadi hingga gangguan kesehatan.
Temuan tersebut terungkap dalam riset keamanan siber yang dipresentasikan pada simposium keamanan siber di Jerman. Studi itu juga dipublikasikan oleh majalah bisnis internasional Forbes melalui laporan jurnalis Thomas Brewster berjudul “Philips Lightbulb Hack: Epileptic Seizures And Data Theft”.
Dalam penelitian tersebut, para ahli menguji dua merek lampu pintar populer, yakni Philips Hue Lux dan LimitlessLED. Hasilnya menunjukkan bahwa LimitlessLED memiliki tingkat kerentanan tinggi akibat prosedur koneksi jaringan yang lemah.
Peneliti menemukan, peretas yang berada dalam jaringan yang sama dapat dengan mudah mencegat lalu lintas data dan mencuri kata sandi Wi-Fi pengguna karena informasi dikirim tanpa enkripsi memadai. Celah ini memungkinkan pelaku kejahatan siber menyusup ke jaringan rumah hanya melalui lampu pintar yang terhubung.
Tak hanya itu, tim riset juga berhasil memanipulasi intensitas cahaya secara ekstrem. Meski sistem dirancang untuk membatasi perubahan pencahayaan mendadak, peneliti mampu menembus batasan tersebut dengan menggabungkan sejumlah perintah teknis secara paksa.
Ancaman Kesehatan dan Keamanan Data
Kerentanan pada lampu pintar menghadirkan dua risiko utama.
Pertama, gangguan fisik bagi penghuni rumah. Peretas yang mengambil alih kendali dapat mengatur kedipan lampu dengan efek stroboskopik. Kondisi ini berbahaya bagi penderita epilepsi fotosensitif karena dapat memicu serangan kejang secara tiba-tiba.
Kedua, ancaman pencurian data. Lampu pintar yang terhubung ke internet dapat menjadi pintu masuk menuju router rumah. Dari sana, pelaku berpotensi mengakses perangkat lain seperti komputer dan telepon pintar dalam jaringan yang sama.
Penyebab Kerentanan
Para peneliti menjelaskan bahwa celah keamanan umumnya terletak pada protokol komunikasi nirkabel yang digunakan perangkat pintar. Jika sistem enkripsi lemah, peretas dapat mengirimkan perintah jarak jauh tanpa izin pemilik.
Temuan ini menjadi peringatan bagi produsen agar memperkuat sistem keamanan sebelum produk dipasarkan secara luas.
Imbauan kepada Masyarakat
Menyikapi hasil riset tersebut, pakar keamanan siber mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam menggunakan perangkat rumah pintar. Sejumlah langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
- Memperbarui perangkat lunak secara berkala untuk menutup celah keamanan.
- Memisahkan jaringan internet antara perangkat pintar dan jaringan utama yang digunakan untuk transaksi penting.
- Memantau aktivitas perangkat, terutama jika lampu berkedip tidak wajar atau merespons lambat tanpa sebab jelas.
Dengan kewaspadaan dan pengamanan yang tepat, pemanfaatan teknologi rumah pintar diharapkan tetap memberikan kenyamanan tanpa mengabaikan aspek keamanan data dan keselamatan fisik penghuni rumah.