Platform SADAR Didorong Perkuat Mitigasi Bencana Samarinda Berbasis Data

  • 10 Mar 2026 15:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat transformasi digital di sektor kebencanaan melalui pengembangan platform SADAR (Smart Analysis for Disaster & Adaptive Response). Sistem ini diharapkan mampu mendukung mitigasi bencana berbasis data yang lebih cepat dan akurat.

Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun saat menerima audiensi tim Kota Kita dan IBM Indonesia di Ruang Rapat Wali Kota Samarinda, Senin 9 Maret 2026. Pertemuan itu membahas perkembangan desain serta rencana integrasi platform SADAR dalam sistem pemerintahan daerah.

Audiensi tersebut turut dihadiri Plh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Nadya Turisna, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aji Syarif Hidayatullah, Kepala BPBD Samarinda Suwarso, Kabag Kerja Sama Setkot Idfi Septiani, serta Kabag Pemerintahan Imam Gunadi.

Perwakilan tim Kota Kita, Ahmad Rifai, menjelaskan audiensi bertujuan melaporkan perkembangan pengembangan platform SADAR agar selaras dengan prioritas pembangunan Kota Samarinda, terutama dalam mendukung program digitalisasi pemerintahan.

Ia berharap Pemkot Samarinda dapat memperkuat dukungan terhadap kolaborasi lintas perangkat daerah, integrasi data, serta optimalisasi pemanfaatan platform untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Andi Harun menegaskan platform SADAR harus memberikan manfaat nyata dalam penanganan kebencanaan di Kota Tepian. Menurutnya, sistem tersebut tidak boleh hanya menjadi inovasi digital semata, tetapi harus memiliki kemampuan analisis yang kuat dan respons yang adaptif.

“Platform ini harus mampu memberikan analisis yang cerdas dan respons yang adaptif. Kita ingin data yang tersaji benar-benar presisi sehingga kebijakan pemerintah dalam mitigasi bencana dapat dilakukan lebih cepat dan akurat,” ujarnya, dilansir dari laman PPID Kota Samarinda.

Ia juga menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk mengawal integrasi data secara menyeluruh. Sinergi data antarperangkat daerah, terutama dengan BPBD, dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi sistem tersebut.

“Integrasi data itu mutlak. Diskominfo harus memastikan infrastruktur digital kita siap menampung sistem ini agar selaras dengan konsep Smart City yang sedang kita bangun,” katanya.

Sementara itu, tim pengembang menyampaikan desain platform SADAR kini memasuki tahap finalisasi fitur utama. Pengembangan difokuskan pada kemampuan sistem dalam mengolah data historis kebencanaan menjadi analisis serta prediksi risiko bencana di masa mendatang.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk segera melakukan uji teknis integrasi Application Programming Interface (API) antara tim pengembang dan Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Samarinda. Langkah ini menjadi tahap lanjutan menuju implementasi platform secara optimal di lingkungan Pemkot Samarinda.

Rekomendasi Berita