Magang Guru SMK Sebulu Dorong Inovasi Energi Briket Sekam

  • 12 Mar 2026 08:23 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Program magang industri bagi tenaga pendidik dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) terus didorong sebagai upaya memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Salah satunya terlihat dalam kegiatan presentasi hasil magang yang dilaksanakan di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada pada Jumat, 7 Maret 2026 di ruang rapat Kepala Balai Besar BRMP Kalimantan Timur tersebut diikuti oleh para guru dari SMK Negeri 1 Sebulu dan SMK Negeri 2 Sebulu. Presentasi ini turut dihadiri oleh tim fungsional BRMP Kalimantan Timur yang memberikan pendampingan selama kegiatan magang berlangsung.

Dalam kesempatan itu, para peserta memaparkan hasil pembelajaran dan praktik yang mereka peroleh selama menjalani magang industri. Salah satu fokus kegiatan adalah pembuatan briket dari arang sekam padi yang dilakukan di Kebun Percobaan Sempaja.

Selama empat hari pelaksanaan magang, para guru tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengolahan limbah sekam menjadi briket. Inovasi tersebut dinilai memiliki potensi besar sebagai energi alternatif sekaligus pemanfaatan limbah pertanian yang lebih bernilai ekonomis.

Kepala Balai Besar BRMP Kalimantan Timur, Dr. Ahmad Subhan, M.Sc, menyampaikan apresiasi terhadap para peserta yang telah mengikuti program tersebut dengan baik. Ia menilai kegiatan magang seperti ini sangat penting untuk memperkaya wawasan para pendidik, khususnya dalam mengikuti perkembangan teknologi pertanian modern.

“Magang ini bukan hanya kegiatan belajar biasa, tetapi juga menjadi ajang pertukaran ilmu antara dunia pendidikan dan lembaga penelitian agar inovasi teknologi pertanian bisa lebih dekat dengan dunia pendidikan,” ujar Ahmad Subhan.

Menurutnya, keterlibatan guru dalam kegiatan praktik di lapangan akan memberikan dampak positif ketika mereka kembali ke sekolah. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama magang diharapkan dapat ditransfer kepada para siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri.

Program magang industri ini sendiri merupakan tindak lanjut dari Program Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) dalam Program Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Angkatan 1 Tahun 2026.

Diharapkan sinergi antara lembaga pendidikan vokasi dan institusi pengembangan teknologi dapat semakin kuat. “Dengan praktek lapangan seperti ini guru tidak hanya menjadi pengajar di kelas, tetapi juga menjadi penghubung antara inovasi teknologi dan generasi muda yang akan menjadi pelaku industri di masa depan,” ucap Achmad Subhan lebih lanjut.

Rekomendasi Berita