Let's All Eat Right Day, Momentum Transformasi Pola Makan
- 25 Feb 2026 08:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Masyarakat dunia memperingati Let's All Eat Right Day setiap tanggal 25 Februari sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi Adelle Davis. Davis merupakan pionir nutrisi asal Amerika Serikat yang mempopulerkan hubungan antara kesehatan fisik dan pola makan sehat.
Adelle Davis, lulusan biokimia dari University of Southern California, melalui bukunya 'Let’s Eat Right to Keep Fit' (1954), mendorong masyarakat beralih ke makanan utuh. Yayasan Adelle Davis mencatat kontribusi besar Davis dalam mengedukasi publik guna mencegah penyakit degeneratif melalui nutrisi berkualitas.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam lembar fakta 'Healthy Diet' (2023) menetapkan standar nutrisi internasional untuk mendukung peringatan global ini. WHO mewajibkan asupan buah dan sayur minimal 400 gram per hari guna menekan risiko penyakit tidak menular.
Selain itu, WHO menekankan pembatasan total lemak di bawah 30 persen dan gula bebas kurang dari 5 persen dari energi harian. Batas konsumsi garam juga harus dijaga ketat, yakni tidak lebih dari 5 gram atau setara satu sendok teh per hari.
Di tingkat nasional, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengatur arah kebijakan makan sehat melalui Peraturan Menteri Kesehatan No. 41 Tahun 2014. Kebijakan ini merupakan transformasi dari konsep "4 Sehat 5 Sempurna" menjadi pedoman "Isi Piringku" yang lebih komprehensif.
Mantan Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek, menjelaskan bahwa komposisi "Isi Piringku" membagi porsi makan secara proporsional antara karbohidrat, sayuran, protein, dan buah. Porsi tersebut terdiri dari 2/3 makanan pokok dan sayuran, serta 1/3 lauk-pauk dan buah-buahan.
Penelitian terbaru dalam The British Medical Journal (2024) memperkuat urgensi menghindari makanan olahan atau ultra-processed foods (UPF). Dr. Melissa Lane dari Deakin University mengungkapkan bahwa paparan tinggi UPF meningkatkan risiko 32 parameter kesehatan buruk secara konsisten.
Terdapat sedikit perbedaan penekanan sumber protein antara panduan internasional dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dengan kebijakan Kemenkes RI. Jika Harvard menekankan pembatasan daging merah, pemerintah Indonesia justru memprioritaskan protein hewani untuk menekan angka stunting nasional.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, pemberian telur dan ikan menjadi sangat krusial bagi pertumbuhan anak, meskipun tetap harus dibatasi bagi orang dewasa. Let's All Eat Right Day menjadi pengingat berbasis sains bahwa pilihan makanan harian adalah investasi jangka panjang kualitas hidup manusia.