Yayasan Jantung Indonesia: Kasus Penyakit Jantung pada Usia Muda Meningkat
- 01 Mar 2026 17:43 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Pusat, Annisa Pohan Yudhoyono, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap peningkatan kasus penyakit jantung pada kelompok usia muda. Peringatan itu disampaikan dalam rangka HUT ke-48 Klub Jantung Sehat (KJS), Sabtu 28 Februari 2026.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, jumlah pasien penyakit jantung pada kelompok usia 25–34 tahun mencapai 140.206 orang. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding kelompok usia 15–24 tahun sebanyak 139.891 orang.
Kondisi ini menunjukkan penyakit jantung tidak lagi identik dengan kelompok usia lanjut, tetapi mulai mendominasi usia produktif. Annisa menegaskan tren tersebut harus menjadi perhatian bersama.
“Penyakit jantung kini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga kelompok usia muda akibat pola hidup yang kurang sehat,” ujarnya.
Ia menilai, gaya hidup tidak sehat menjadi faktor utama peningkatan tersebut. Kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, serta tingginya konsumsi rokok termasuk rokok elektrik dan alkohol menjadi pemicu risiko gangguan jantung di kalangan muda.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Bambang Dwiputra, menjelaskan prevalensi faktor risiko terbesar adalah kurang aktivitas fisik sebesar 34,3 persen, obesitas 30,5 persen, hipertensi 29,6 persen, merokok 28,3 persen, dan diabetes melitus 1,8 persen.
Ia menyarankan olahraga aerobik seperti jalan cepat, lari, atau senam selama 150–300 menit per minggu atau sekitar 30 menit per hari, disertai latihan beban dua kali sepekan.
Menurutnya, Ramadan dapat menjadi momentum memperbaiki kesehatan jantung. Pola makan yang lebih teratur membantu memperbaiki metabolisme, mengontrol gula darah, meningkatkan pembakaran lemak, serta berpotensi menurunkan berat badan.