Distribusi 6.170 Dosis Vaksin DBD di Kaltim, Kutai Timur Terbanyak
- 04 Mar 2026 14:48 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mendistribusikan 6.170 dosis vaksin demam berdarah dengue (DBD) secara bertahap di sejumlah kabupaten/kota. Penyaluran vaksin dilakukan berdasarkan kebutuhan daerah, kesiapan tenaga kesehatan, serta sasaran prioritas anak usia sekolah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fitnawati, menjelaskan pada 2026 belum terdapat pengadaan vaksin baru. Distribusi yang dilakukan pada Januari merupakan kelanjutan dari pengadaan sebelumnya.
“Untuk tahun 2026 ini kami belum ada pengadaan vaksin baru. Pengadaan dilakukan pada 2023 dan pelaksanaan dimulai 2024 di Balikpapan,” ujar Fitnawati kepada RRI, dikutip Rabu 4 Maret 2026.
Ia memaparkan, pada 2024 vaksin difokuskan di Balikpapan. Kemudian pada 2025 diperluas ke Samarinda dan Kutai Kartanegara. Selain itu, Dinkes Kaltim juga menerima dukungan vaksin dari Biofarma yang selanjutnya disalurkan ke beberapa daerah.
“Kami mendapat bantuan dari Biofarma yang kemudian didistribusikan ke Kutai Timur, Penajam Paser Utara, Samarinda, dan Kutai Barat,” kata Fitnawati.
Dari total 6.170 dosis yang disalurkan, Kabupaten Kutai Timur menjadi penerima terbanyak, yakni sekitar 4.000 dosis. Hal tersebut didasarkan pada usulan kebutuhan daerah setelah dilakukan sosialisasi dan koordinasi bersama 10 kabupaten/kota.
“Kami melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan 10 kabupaten/kota. Mereka menyampaikan kebutuhan masing-masing sesuai sasaran dan luas wilayah. Kutai Timur mengusulkan sekitar 4.000 dosis dan alhamdulillah dapat direalisasikan,” ucapnya.

Fitnawati menegaskan, distribusi vaksin tidak dilakukan secara merata, melainkan disesuaikan dengan permintaan, kesiapan tenaga kesehatan, serta jumlah sasaran di masing-masing wilayah.
“Penyaluran tidak sama rata, tetapi berdasarkan permintaan dan kesiapan daerah, termasuk ketersediaan tenaga serta jumlah sasaran,” ujarnya.
Terkait kemungkinan penambahan dosis pada bulan berikutnya, Dinkes Kaltim belum dapat memastikan. Namun, pihaknya berharap pengadaan vaksin dapat kembali diusulkan agar cakupan imunisasi semakin luas.
“Untuk tahun ini kami belum bisa memastikan tambahan dosis. Mudah-mudahan ke depan bisa segera diusulkan pengadaan vaksin kembali,” kata Fitnawati.
Ia menjelaskan, efektivitas vaksin umumnya dapat dievaluasi dalam kurun waktu tiga bulan, mengingat vaksin DBD diberikan dalam dua dosis.
“Vaksin ini dua dosis. Dosis kedua diberikan maksimal tiga bulan setelah dosis pertama. Evaluasi awal biasanya bisa kita lihat dalam tiga bulan ke depan,” ucapnya.
Meski vaksinasi diperluas, Fitnawati mengingatkan masyarakat agar tetap menjalankan gerakan 3M sebagai langkah utama pencegahan. Di sekolah, upaya tersebut juga diperkuat melalui program Gerakan Sekolah Sehat (GSS) yang menekankan pentingnya kebersihan lingkungan.
“Vaksin penting, tetapi 3M tetap menjadi dasar. Lingkungan sehat di sekolah melalui Gerakan Sekolah Sehat harus terus diperkuat,” ujarnya.