Layanan Doctor On Call, Pertolongan Medis Cepat untuk Warga Samarinda tanpa Biaya

  • 07 Mar 2026 14:22 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Keadaan darurat medis bisa terjadi kapan saja dan sering datang tanpa diduga. Saat kondisi seperti itu terjadi, warga di Samarinda bisa mengandalkan layanan Doctor On Call, tim medis yang siaga selama 24 jam.

Doctor On Call merupakan bagian dari pelayanan kedaruratan yang disediakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan pertolongan cepat ketika menghadapi kondisi medis mendesak.

Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan Doctor On Call memang dirancang untuk merespons kondisi darurat di masyarakat. Tim ini bekerja sepanjang hari agar layanan kesehatan tetap tersedia setiap saat.

"Doctor on call adalah salah satu bagian dari pelayanan kesehatan untuk memfasilitasi keadaan darurat, Karena yang namanya kejadian kedaruratan medis itu tidak berlangsung satu atau dua jam saja, makanya dalam 24 jam kita siaga," ucapnya, kepada rri.co.id, pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Untuk memastikan layanan berjalan tanpa henti, tim ini diperkuat 31 personel yang bekerja bergantian dalam tiga shift. Mereka terdiri dari tujuh dokter, 13 perawat, delapan pengemudi ambulans, serta tiga operator yang menerima panggilan masyarakat.

Para petugas tersebut, lanjut Ismed, menangani berbagai kondisi kedaruratan medis. Kasusnya mulai dari keluhan penyakit mendadak hingga kejadian trauma akibat kecelakaan.

"Spesifikasinya adalah semua keadaan dalam kasus-kasus kedaruratan medis. Misalnya sesak napas, serangan jantung, stroke, sampai kejadian trauma seperti jatuh yang membahayakan,” ujarnya, menjelaskan.

Setiap laporan yang masuk akan terlebih dahulu diterima oleh operator. Setelah itu tim medis akan segera dikerahkan menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.

Ambulans Dinas Kesehatan Kota Samarinda yang di antaranya digunakan untuk layanan Doctor On Call. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Ismed menambahkan, guna memberikan pelayanan cepat, Dinas Kesehatan juga menyiapkan enam kendaraan operasional. Empat di antaranya merupakan ambulans transport dan dua lainnya adalah ambulans mini ICU. Kendaraan ambulans mini ICU inilah yang menjadi salah satu keunggulan Doctor On Call.

"Di situ bisa dilakukan tindakan-tindakan seperti resusitasi dan pemeriksaan yang biasanya ada di UGD,” kata Ismed.

Selain ambulans roda empat, layanan ini juga dilengkapi kendaraan roda dua. Kendaraan ini digunakan untuk menjangkau lokasi tertentu dengan lebih cepat.

Ismed menjelaskan, setelah tiba di lokasi, penanganan terhadap pasien darurat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasien.

Jika kondisi pasien masih memungkinkan ditangani di lokasi, tim akan langsung memberikan tindakan medis di tempat. Namun jika membutuhkan penanganan lanjutan, pasien akan segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Menurut Ismed, selama hampir empat tahun berjalan, Doctor On Call mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak warga yang telah memanfaatkan layanan ini saat menghadapi situasi darurat.

"Sangat-sangat mendapat antusiasme yang besar ya, karena dalam empat tahun ini panggilan itu bisa direspons dengan cepat oleh teman-teman Doctor On Call. Jadi kedaruratan ini yang sifatnya terjadi kapan saja, di mana saja itu kita sigap," ucap Ismed.

Ia pun mengimbau warga Samarinda agar tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut ketika menghadapi kondisi darurat medis. Terlebih, layanan ini tidak dipungut biaya alias gratis.

"Cukup tekan 119 dan akan terhubung dengan operator. Layanan ini tidak dipungut biaya karena merupakan program prioritas dari Wali Kota Samarinda,” kata Ismed, mengakhiri.

Rekomendasi Berita