Kasus Campak Diwaspadai, Orang Tua Diminta Lengkapi Imunisasi Anak

  • 10 Mar 2026 13:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Menjelang perayaan Idulfitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas silaturahmi dan mobilitas masyarakat, kewaspadaan terhadap penularan penyakit menular pada anak kembali menjadi perhatian. Salah satunya adalah penyakit campak yang rentan menyerang anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin, mengingatkan para orang tua untuk memastikan anak-anak telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap sebagai upaya perlindungan terhadap penyakit campak.

“Untuk anak balita dan anak sekolah harus diberikan vaksin melalui imunisasi dasar lengkap serta imunisasi anak sekolah. Vaksin campak sendiri merupakan vaksin rutin yang wajib diberikan agar anak memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut,” ujarnya Selasa 10 Maret 2026.

Ia menjelaskan, imunisasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit campak. Vaksinasi yang diberikan sejak usia balita hingga saat anak memasuki usia sekolah berfungsi membangun kekebalan tubuh terhadap virus penyebab penyakit tersebut.

Menurutnya, peningkatan kasus campak umumnya terjadi pada anak-anak yang belum mendapatkan vaksinasi. Kondisi ini membuat anak lebih rentan mengalami gejala berat apabila terinfeksi virus campak.

“Peningkatan kasus campak sering terjadi pada anak yang tidak mendapatkan vaksin. Jika mereka tertular, gejalanya bisa sangat berat. Namun pada anak yang sudah divaksin, biasanya gejalanya lebih ringan,” katanya.

Selain memastikan imunisasi anak lengkap, masyarakat juga diimbau tetap menjaga kebersihan dan berhati-hati saat berinteraksi dengan bayi maupun balita selama momen silaturahmi Lebaran. Kelompok usia tersebut dinilai lebih rentan terhadap berbagai penyakit menular.

Dinas Kesehatan Kalimantan Timur juga mengajak para orang tua untuk aktif memanfaatkan layanan imunisasi yang tersedia di fasilitas kesehatan. Langkah ini penting untuk memastikan perlindungan kesehatan anak tetap optimal, khususnya di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Rekomendasi Berita