Musrenbang Talisayan Bahas Prioritas Infrastruktur dan Ekonomi
- 06 Feb 2026 10:20 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Talisayan menjadi forum penyusunan prioritas pembangunan daerah berbasis aspirasi kampung. Kegiatan tersebut digelar untuk merumuskan arah pembangunan yang terintegrasi di wilayah setempat.
Camat Talisayan, Yusup Gunawan, mengatakan sejumlah usulan prioritas disampaikan dalam forum tersebut. Fokus pembangunan mencakup peningkatan jalan utama, jalan kampung, serta jalan usaha tani agar berfungsi optimal.
Selain itu, penegasan batas kampung, sektor pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat turut menjadi perhatian. Program-program tersebut diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan di wilayah kecamatan.
Menurut Yusup, Musrenbang menjadi ruang pembahasan dan kesepakatan arah pembangunan kampung, meski sebagian program bukan kewenangan langsung pemerintah kampung. Ia berharap kolaborasi Pemerintah Kabupaten Berau dapat mendukung prioritas pembangunan, khususnya di tengah efisiensi anggaran.
Kecamatan Talisayan memiliki 10 kampung, terdiri dari tiga kampung berstatus mandiri dan tujuh kampung berstatus maju. Wilayah ini memiliki luas daratan sekitar 1.026 kilometer persegi serta wilayah laut 781 kilometer persegi dengan potensi pembangunan yang terus berkembang.
Potensi sektor perkebunan dan pariwisata dinilai masih dapat dioptimalkan. Hutan, sungai, serta ruang terbuka hijau diharapkan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat melalui pengembangan wisata alam.
“Pembangunan di Kecamatan Talisayan terus mengalami kemajuan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah kampung telah bersinergi dalam pembangunan sekaligus mengembangkan potensi pariwisata untuk meningkatkan pendapatan asli kampung,” kata Yusup.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan pentingnya pengelolaan potensi wisata secara optimal dengan menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kawasan wisata harus identik dengan keindahan dan kebersihan agar menarik kunjungan.
Ia mengajak masyarakat mulai memilah sampah organik dan anorganik karena memiliki nilai ekonomi. Pengelolaan sampah dinilai dapat mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah harus menjadi prioritas untuk menciptakan desa wisata yang bersih. Limbah sampah bisa didaur ulang dan dimanfaatkan, dimulai dari rumah tangga hingga pengolahan secara massal,” kata Sri Juniarsih.
Selain pariwisata, pengembangan sektor perkebunan juga menjadi perhatian melalui bantuan bibit jagung dan alat pertanian. Pemerintah daerah menilai potensi jagung di Berau perlu dioptimalkan kembali sebagai penggerak ekonomi.
Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah akan melakukan pengadaan Penerangan Jalan Umum untuk empat kampung, yakni Eka Sapta, Sumber Mulia, Purnasari Jaya, dan Suka Muria. Bantuan hibah rumah ibadah juga tetap dialokasikan meski anggaran terbatas.
Bupati turut meminta perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Sinergi pemerintah, masyarakat, dan swasta diharapkan mempercepat pembangunan wilayah.
“Secara khusus saya berharap perusahaan dapat menyalurkan CSR untuk kepentingan masyarakat,” ujar Sri Juniarsih.