Bupati Berau Tekankan Prioritas Pendidikan dan Kesehatan Pesisir
- 06 Feb 2026 12:35 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan wilayah pesisir Kabupaten Berau resmi ditutup di Kecamatan Batu Putih, Jumat, 6 Februari 2026. Kecamatan Batu Putih menjadi lokasi terakhir rangkaian Musrenbang pesisir selatan.
Kegiatan yang digelar di Pendopo Kecamatan Batu Putih tersebut dipimpin Bupati Berau Sri Juniarsih Mas. Turut hadir Wakil Ketua II DPRD Berau Subroto dan Kepala Bapelitbang Endah Ernany.
Dalam forum tersebut terhimpun sebanyak 133 usulan pembangunan dari masyarakat. Usulan tersebut menjadi dasar penyusunan prioritas pembangunan wilayah pesisir tahun mendatang.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, ucap kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada Alokasi Dana Kampung. Karena itu, pemerintah kampung diminta lebih selektif dalam menentukan program prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Kebijakan efisiensi anggaran benar-benar berdampak pada ADK kita, jadi harus benar-benar memprioritaskan kebutuhan masyarakat. Namun peningkatan sumber daya manusia, pendidikan, dan kesehatan tetap menjadi hal mutlak yang harus dilakukan,” ujar Sri Juniarsih.
Ia menilai sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian masyarakat pesisir. Kondisi jalan poros pesisir yang sekitar 90 persen sudah layak dinilai mempercepat akses menuju destinasi wisata.
“Destinasi wisata kita sangat potensial, tetapi harus ditopang akses jalan yang memadai, aman, dan representatif agar wisata Berau semakin ramah bagi pengunjung,” katanya.
Selain infrastruktur jalan, ketersediaan jaringan komunikasi di kawasan wisata juga menjadi perhatian pemerintah. Sejumlah destinasi unggulan masih belum terjangkau sinyal telepon dan internet.
“Di era digital, konektivitas adalah kebutuhan dasar. Wisatawan membutuhkan akses komunikasi untuk keamanan, promosi, maupun kenyamanan selama berkunjung,” ucap Sri Juniarsih.
Pemerintah daerah juga mendorong kepala kampung lebih inovatif dalam meningkatkan pendapatan asli kampung. Kreativitas dinilai penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi di tengah keterbatasan anggaran.
Untuk 2026, fokus pembangunan pesisir diarahkan pada pembangunan drainase, jalan usaha tani, serta pengembangan sektor pariwisata. Program tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Di sektor pendidikan, pemerintah memprioritaskan penambahan ruang kelas SD, lanjutan pembangunan SMP Balikukup, serta RDK. Sementara di bidang kesehatan, akan dilakukan rehabilitasi rumah dinas tenaga kesehatan, puskesmas pembantu, dan fasilitas kesehatan di Kampung Kayu Indah.
“Di tengah efisiensi anggaran, sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas. Di bidang keagamaan, bantuan hibah juga telah diberikan untuk masjid dan gereja,” ujarnya.
Bupati juga mendorong kader TP PKK mengembangkan UMKM, khususnya produk cinderamata bagi wisatawan. Dukungan diberikan melalui pengemasan produk hingga perizinan agar layak dipasarkan.
“Kita terus mendukung peningkatan UMKM, termasuk pengemasan produk dan perizinan PIRT agar layak dipasarkan. Hasilkan produk yang unik dan berkualitas,” kata Sri Juniarsih.
Ia turut menyoroti potensi wisata Danau Tulung Ni Lenggo yang dinilai memiliki daya tarik bagi wisatawan. Pemerintah kampung, masyarakat, dan swasta diminta berkolaborasi dalam pengembangannya.
“Pariwisata dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, sekaligus mendukung pelestarian budaya dan lingkungan,” ujar Sri Juniarsih.