Begini Cara Melihat Pesut Mahakam di Sungai Mahakam
- 22 Feb 2026 16:19 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pesut Mahakam merupakan mamalia air tawar endemik Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, yang kini berstatus langka dan terancam punah. Satwa ini menjadi kebanggaan daerah karena tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia. Dengan populasi yang terbatas, menyaksikan langsung pesut di habitat alaminya menjadi pengalaman langka sekaligus membanggakan.
Minat masyarakat untuk melihat langsung pesut di habitat alaminya pun terus meningkat. Komunitas Save Pesut Mahakam membuka kesempatan bagi publik untuk mengikuti kegiatan observasi secara langsung di wilayah Daerah Aliran Sungai Mahakam.
Anggota Save Pesut Mahakam, Arief Rahmat, menjelaskan terdapat mekanisme khusus bagi masyarakat yang ingin melihat pesut secara langsung.
“Biasanya kami menyediakan semacam open trip. Jadi misalnya beberapa bulan sekali kami mengadakan open trip untuk observasi ke sungai-sungai yang ada di daerah aliran Sungai Mahakam,” ujarnya saat menjadi narasumber obrolan SPADA Sabtu, 21 Februari 2026.
Ia menyebutkan terdapat dua anak Sungai Mahakam yang kerap menjadi lokasi kemunculan pesut, yakni Sungai Kedang Rantau dan Sungai Pela.
“Karena ada dua anak Sungai Mahakam itu yang banyak pesutnya, Sungai Kedang Rantau sama Sungai Pela. Nah, itu jadi kami mengajak teman-teman atau follower dari media sosial kami untuk gabung ikutan,” katanya.
Kegiatan open trip tersebut bersifat swadaya. Komunitas tidak memungut biaya komersial, melainkan sistem urunan untuk kebutuhan operasional di lapangan.
“Dan itu urunan. Jadi kami tidak memungut biaya, tapi kita urunan saja buat sewa ketinting atau ces di sana, supaya kita bisa observasi ke sungai atau habitat Pesut Mahakam,” katanya, menjelaskan.
Selain melalui komunitas, masyarakat juga dapat melihat pesut melalui paket wisata yang dikelola warga setempat. Desa Pela, misalnya, menyediakan fasilitas wisata pengamatan pesut melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
“Ada juga Desa Pela yang menyediakan wisata untuk melihat Pesut Mahakam. Jadi ada Pokdarwis di sana yang menyediakan paket wisata untuk melihat Pesut Mahakam atau juga berinteraksi dengan masyarakat di sana. Karena memang Desa Pela ini desa yang paling banyak bisa dilihat atraksi Pesut Mahakam yang loncat-loncat,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang ingin bergabung sebagai relawan, Arief mempersilakan untuk mengikuti akun media sosial resmi komunitas, baik melalui Instagram Save Pesut Mahakam maupun grup Facebook Save The Mahakam Dolphin. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi kegiatan sekaligus menyampaikan inisiatif apabila ingin mengadakan agenda bersama, termasuk rencana kunjungan ke wilayah hulu Sungai Mahakam untuk melihat Pesut Mahakam.
Ia menegaskan, calon relawan tidak harus menunggu jadwal open trip yang telah ditentukan komunitas. Save Pesut Mahakam terbuka bagi siapa saja yang ingin berkolaborasi dan menginisiasi kegiatan bersama di lapangan.
Untuk menjadi bagian dari komunitas, tidak ada proses registrasi khusus. Keanggotaan bersifat terbuka bagi mereka yang aktif mengikuti kegiatan selama kurang lebih dua hingga tiga bulan.
Setelah itu, peserta dapat langsung menjadi bagian dari komunitas tanpa persyaratan administratif tambahan. Kegiatan umumnya dilaksanakan setiap bulan. Selain open trip observasi, komunitas juga menggelar diskusi mengenai Pesut Mahakam, baik secara daring maupun luring, sebagai bagian dari upaya edukasi dan kampanye pelestarian.