Ponpes Nazhatut Thullab Jawab Aksesibilitas Pendidikan Digital

  • 16 Des 2025 12:58 WIB
  •  Sampang

KBRN, Sampang: Penerapan kurikulum digital yang ambisius di Pondok Pesantren (Ponpes) Nazhatut Thullab memicu respons positif sekaligus pertanyaan mendalam dari masyarakat, terutama terkait aksesibilitas pendidikan digital bagi seluruh santri. Dimana secara spesifik mengonfirmasi strategi Ponpes dalam mengatasi tantangan finansial dan operasional santri dan orangtua.

Hal ini menyoroti bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan aksesibilitas pendidikan dan mengenai tantangan yang dihadapi santri dengan keterbatasan geografis atau finansial.

Menanggapi hal tersebut, Darwis Abroriy, M.Pd, Kepala Biro III Bagian Dasar dan Menengah Pondok Pesantren Nazhatut Thullab menjelaskan bahwa kendala geografis hampir tidak ada, sebab 85% siswa merupakan santri yang bermukim di pondok. Fokus tantangan utama ada pada keterbatasan finansial santri untuk memiliki perangkat digital mandiri.

"Kami menyadari akan ada beberapa santri yang kondisi ekonominya tidak sanggup untuk memiliki perangkat laptop. Untuk mengatasi kesenjangan finansial ini, Kami menyediakan dua solusi utama.

Pertama fasilitas laboratorium TIK yang dapat diakses oleh seluruh santri dan Program Cicilan Pembelian Laptop dengan harga net (harga asli pasar), di mana Ponpes sama sekali tidak mengambil keuntungan,” jelasnya, Selasa (16/12/2025).

Mengkhawatirkan mengenai beban yang mungkin ditimbulkan oleh skema cicilan tersebut. Pihaknya menjelaskan secara terperinci.

“Spesifikasi laptop diklasifikasikan berdasarkan kebutuhan santri. Santri SMK, disarankan spesifikasi yang lebih tinggi, sesuai kebutuhan jurusan Komputer Jaringan, Coding Dasar dan Multimedia. Sedangkan santri Non-SMK, Diberikan rekomendasi yang lebih ringan,”.

Meskipun Ponpes memberikan acuan dan melakukan pengadaan dalam jumlah besar untuk mendapatkan harga beli yang lebih murah, santri dan orang tua tetap memiliki kebebasan untuk memilih perangkat.

Sementara itu, terkait beban cicilan, Ponpes menunjukkan fleksibilitas tinggi. Dengan Uang Muka (DP) dan periode cicilan yang dapat didiskusikan sesuai kesepakatan.

"Artinya tidak akan ada masalah selama ada komunikasi yang baik antara kami di bagian pelayanan yang ada di pondok dengan wali santri, insya Allah masalah yang ada itu bisa kita selesaikan bersama," ungkapnya, Mengakhiri.

Rekomendasi Berita