SMAN 1 Sampang Torehkan Prestasi Lewat Film Antikorupsi
- 16 Des 2025 16:52 WIB
- Sampang
KBRN, Sampang: Siswa SMAN 1 Sampang kembali menorehkan prestasi membanggakan setelah berhasil meraih penghargaan dalam ajang Zynetion Integrity Challenge 2025, sebuah kompetisi film pendek pelajar tingkat Jawa Timur yang digelar oleh Inspektorat Provinsi Jawa Timur bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Inspektorat Jatim, Independen Film Surabaya (INFIS), dan Stufer East Java.
BACA JUGA: Daerah Kecelakaan Lalu Lintas, Seorang Pelajar di Sampang Tewas
BACA JUGA: Kemenag Bangkalan Proses Pendampingan Lansia dan Mahram
Keberhasilan ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Sampang, Masudi Hadiwijaya. Ia menyebut kemenangan tersebut sebagai kehormatan sekaligus bukti bahwa pendidikan antikorupsi dapat ditanamkan sejak dini melalui kreativitas siswa.
BACA JUGA: Jalur Selatan Madura Jadi Fokus Pengamanan Nataru
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada siswa yang menang ini. Ini merupakan kehormatan. Kami memperhatikan penuh atas keberhasilannya. Di momentum Hari Antikorupsi Dunia, sekolah harus ikut serta membina siswa agar mendukung gerakan antikorupsi. Salah satunya dengan melibatkan mereka dalam kegiatan seperti ini,” ujar Masudi. Selasa (16/12/2025)
BACA JUGA: Mendikdasmen, Revitalisasi Sekolah dan Strategi Peningkatan IPM Sampang

Pembina film pendek, Aswary, menjelaskan bahwa kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga sarana edukasi untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap isu korupsi.
“Idenya sederhana, kami ingin mengangkat tema korupsi dari sudut pandang lain. Dampaknya bukan hanya pada pelaku, tetapi juga keluarga yang sering mengalami tekanan sosial, bahkan gangguan mental pada anak,” jelasnya.
Proses produksi film berlangsung hampir 10 hari dan harus menyesuaikan jadwal belajar siswa yang sedang menghadapi penilaian akhir semester.
Aswary menambahkan bahwa karya ini memberi banyak manfaat bagi siswa, mulai dari pengalaman teknis produksi film, penguatan karakter, hingga portofolio kompetisi tingkat provinsi.
“Kami bersyukur karena mendapat dukungan penuh dari Bapak Kacabdin Sampang, kepala sekolah, dan waka kesiswaan SMAN 1 Sampang. Dukungan itu membuat siswa lebih percaya diri dalam berkarya,” tambahnya.
BACA JUGA: Bulog Jamin Fasilitas Pengolahan Hasil Panen di Madura
Salah satu anggota tim sekaligus pemeran, Amir Wahyudi, mengungkapkan bahwa proses pembuatan film memberikan pengalaman yang tidak terlupakan.
“Kami belajar disiplin, kerja sama, dan bagaimana menyampaikan pesan antikorupsi dengan cara yang menyentuh,” kata Amir.
Ia juga menyampaikan Harapan 2, yaitu agar karya mereka dapat menjadi pemicu gerakan yang lebih luas.
“Kami berharap karya ini tidak berhenti sebagai tugas kompetisi saja, tetapi bisa menjadi pemicu gerakan yang lebih luas di kalangan pelajar. Semoga semakin banyak siswa yang berani bersuara lewat karya kreatif untuk menolak korupsi dalam bentuk apa pun,” ujarnya.
Amir menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam membangun budaya integritas.
“Kalau sejak sekolah kita sudah dibiasakan berpikir jujur dan menolak kecurangan, masa depan bangsa pasti lebih baik. Kami ingin film ini menjadi bagian kecil dari perubahan itu,” ucap Amir dengan mengakhiri.
.