Menghadapi AI, Gen Pamekasan Ajak Pemuda Kuasai Skill

  • 02 Jan 2026 15:50 WIB
  •  Sampang

KBRN, Pamekasan: Memasuki tahun 2026, kemajuan teknologi digital dan Kecerdasan Buatan (AI) menjadi tantangan nyata bagi tenaga kerja muda. Ketua Generasi Emas Nusantara (Gen) Pamekasan, Nurahmad, menekankan bahwa pemuda tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi harus menjadi pelaku yang mandiri. Menurutnya, pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab dan produktif adalah pondasi awal agar digitalisasi memberikan dampak positif bagi masa depan pribadi maupun sosial.

Rahmat menyoroti bahwa meski AI mampu melakukan banyak hal, ada satu aspek manusiawi yang tidak bisa digantikan, yaitu kemampuan mengambil keputusan. Oleh karena itu, ia mendorong pemuda Pamekasan untuk mengasah critical thinking dan problem solving yang kuat.

“Kemampuan menganalisis masalah dan mencari solusi secara mandiri menjadi modal utama agar generasi muda tidak kalah saing dengan tenaga kerja luar maupun otomatisasi mesin,” ungkapnya kepada RRI.co.id, Jumat (2/1/2026).

Selain kemampuan berpikir kritis, Rahmat yang juga berlatar belakang Teknik Informatika menyarankan pemuda untuk menekuni bidang teknis seperti programming dan coding. Tren ekonomi digital seperti affiliate marketing juga dinilai sebagai peluang besar yang harus ditangkap oleh pemuda.

“Minat pasar yang tinggi di dunia pemasaran digital saat ini harus diimbangi dengan keahlian yang mumpuni agar pemuda bisa berdaya secara ekonomi di era yang serba cepat ini,” tutupnya, mengakhiri.

Sebagai langkah nyata, Gen Pamekasan berkomitmen untuk terus mengawal isu ini melalui kajian-kajian strategis dan edukasi digital. Rahmat berencana berkolaborasi dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) untuk mengadakan kegiatan "Melek Digital". Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pemuda dalam memanfaatkan era digital secara positif, produktif, dan menjauhkan mereka dari jeratan konten atau aktivitas negatif di dunia maya.

Rekomendasi Berita