Tekan Angka TBC, Puskesmas Kedungdung Gelar Skrining Mobile X-Ray

  • 15 Feb 2026 04:34 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Dalam rangka deteksi dini dan pencegahan penyebaran penyakit Tuberkulosis (TB), Dinas Kesehatan dan KB melalui Puskesmas Kedungdung mengadakan kegiatan skrining Active Case Finding (ACF).

Kegiatan ini menyasar warga yang serumah dengan penderita TB dan kelompok resiko tinggi pada Sabtu, 14 Februari 2026 di Aula Atas Puskesmas Kedungdung.

Kepala Puskesmas Kedungdung, Hilmi Ainul Yakin Syah menyampaikan dalam kesempatan ini masyarakat dapat memanfaatkan layanan rontgen atau x-ray gratis.

“Hari ini Dinas Kesehatan bekerjasama dengan RSD Moh. Noer Pamekasan dalam melakukan deteksi dini pada kontak erat TBC, RSD M Noor menyediakan layanan portable x-ray untuk keperluan foto rontgen thorax pada terduga TB yaitu yang berkontak erat atau satu rumah dengan pengidap TB,” ucap Hilmi.

Pemutusan rantai penularan TB dilakukan sejak dari rumah, oleh karena itu diperlukan deteksi dini pada kelompok resiko tinggi penularan. Pemeriksaan diprioritaskan pada warga mengalami gejala klinis batuk lebih dari dua minggu, batuk berdarah, warga yang tinggal serumah atau kontak erat dengan pasien TBC.

Selain itu pemeriksaan juga dilakukan pada penderita Diabetes Melitus (DM) yang secara medis memiliki kerentanan tinggi pada infeksi paru.

Spesialis paru Rumah Sakit M Noer Pamekasan, Mokhammad Mukhlis menyampaikan pemeriksaan x-ray akan dilanjutkan dengan rujukan ke RS bila diperlukan. “Foto rontgen dilakukan bila hasil screening awal mengawah ke TB, kemudian akan dilakukan TCM atau dirujuk ke RS untuk diagnosa lanjutan,”ujarnya.

Sebanyak 23 orang terduga TB mendapat layanan foto rontgen untuk mendapatkan hasil screening lebih akurat. Berdasarkan foto rontgen, 5 orang dirujuk ke RS untuk diagnosa lanjutan. Dengan ditemukannya kasus secara aktif (ACF), pengobatan dapat dilakukan lebih dini sehingga memutus rantai penularan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ketua komunitas TB Yabhysa Sampang Sintya Dewi menyampaikan kegiatan ini sangat membantu kegiatan pendampingan dan edukasi PHBS pada kontak serumah.“Masyarakat menyambut baik dan menjadi lebih paham bahwa kontak serumah memang beresiko tinggi tertular TB, sehingga semakin baik juga kesadaran PHBS untuk memutus rantai penularan,” katanya.

Dengan deteksi dini, penderita TB mendapatkan pengobatan lebih awal, dan semakin banyak masyarakat yang menyadari untuk mencegah penularan TB dengan gaya hidup bersih dan sehat.

Rekomendasi Berita