Camping di Lon Malang Sampang, Menanti Hujan Meteor
- 14 Des 2025 21:21 WIB
- Sampang
KBRN, Sampang: Sore itu, langit barat Pantai Lon Malang memamerkan semburat keemasan. Sunset yang megah perlahan tenggelam di balik cakrawala, meninggalkan siluet pohon cemara dan riak ombak yang mulai tenang. Suasana pantai berangsur hening dan syahdu lepas dari kemeriahan Festival Desa Desa Wisata Bira Tengah Kecamatan Sokobanah, Sampang, event Jhuko' Tonoh. Sabtu (13/12/2025.
BACA JUGA: Raja Nusantara Dukung Gelar Pahlawan Trunojoyo Sampang
Di sisa keramaian, Haqiramadan, seorang pengunjung asal Kecamatan Sampang, memilih untuk tidak langsung pulang. Bersama keluarganya, ia mendirikan tenda di bibir pantai, menikmati akhir pekan dengan cara yang berbeda: camping di bawah langit terbuka, menanti hujan meteor Geminids.
BACA JUGA: Duel Sengit Pecah, Polisi Tembak Pelaku Pencuri Hewan
“Setelah seharian menikmati event Jhuko' Tonoh, kami melanjutkan dengan camping. Kami ingin menghabiskan akhir pekan di sini, sekaligus menunggu hujan bintang jatuh, semoga cuaca mendukung,” ujar Haqi dengan penuh harap.
Beberapa tenda berdiri kokoh meski air pasang mulai meninggi. Langit malam murung, mendung menggayut seakan menutup harapan menyaksikan fenomena langit paling terang tahun ini. Hujan meteor Geminids, yang berasal dari asteroid 3200 Phaethon, diprediksi mencapai puncaknya pada 13–14 Desember dan bisa diamati dengan mata telanjang sejak pukul 21.00 hingga menjelang subuh.
BACA JUGA: Polisi Amankan Wilayah Banyuates Dari Judi
Namun, malam tetap berjalan dengan keindahannya sendiri. Debur ombak mengisi sepinya malam bersama desau angin, aroma pasir basah menciptakan suasana damai yang sulit ditemukan di tengah hiruk pikuk kota. “Sepertinya pupus sudah menunggu hujan meteor, tapi ini sudah sangat memuaskan. Kami puas merasakan sejuknya air laut dan pasir lembut,” tambah Haqi sambil tersenyum.
Menjelang dini hari, ketika sebagian besar pengunjung terlelap, Haqi kembali melangkah ke tepi pantai menghindari bayangan daun cemara udang. Langit yang semula tertutup awan mulai membuka celah. Sesaat ia menarik napas takjub, tepukau dengan kilatan cahaya melesat di langit.
“Masyaallah, hujan meteor Geminids. Saya tidak menyangka masih kebagian. Luar biasa, bermalam camping di Lon Malang benar-benar berkesan,”tutupnya dengan mata berbinar.