Kisah Puasa Jawa Kuno dalam Kakawin Arjunawiwāha dan Śiwarātrikalpa

  • 22 Feb 2026 13:54 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Banyak kakawin di era Jawa Kuno yang menggambarkan konsep pengendalian diri atau “pengekangan” agar bisa manunggal dengan energi Tuhan. Paling populer adalah Arjunawiwāha, yang digubah Mpu Kanwa pada 1028-1035.

Zoetmulder menyebut teks ini merupakan tonggak awal sastra kakawin Jawa Timur. Syair yang diduga lahir pada masa Raja Airlangga tersebut mengisahkan tokoh Arjuna dalam mencari anugerah Hyang Widhi.

Untuk mendapatkan anugerah itu Arjuna melakukan tapabrata di Gunung Indrakila. Dalam tapanya ia dihadapkan banyak ujian yang digambarkan dalam berbagai adegan wayang.

Godaan hawa nafsu yang disimbolkan oleh dua sosok bidadari cantik adalah lambang ujian melepaskanhawa nafsu keduniawian. Cobaan melawan keserakahan diri yang disiratkan dalam pertarungan dengan celeng buas.

Gambaran dalam melawan rasa iri dan dengki yang dikiaskan melalui pertarungan dengan ular berkepala dua. Pengekangan rasa amarah dalam diri yang dilambangkan dengan pertempuran melawan raksasa yang disebut sebagai perang kembang.

Kakawin lain yang menggambarkan laku puasa adalah Śiwāratrikalpa—juga dikenal dengan Lubdhaka. Zoetmulder menduga Mpu Tanakung selesai mengarang karya ini pada pertengahan abad ke-15 atau pada era Majapahit.

Teks ini mengisahkan seorang pemburu bernama Lubdhaka yang membunuh hewan-hewan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena niat itulah para dewa menganggap Lubdhaka melanggar tata hidup suci (dharma).

Pernah Lubdhaka tak mendapatkan hasil buruan seekorpun. Karena malam sudah larut, setelah sia-sia sehari berburu tanpa makan dan minum, ia terpaksa berjaga di atas pohon wilwa.

Di tengah hutan agar terhindar dari terkaman binatang buas, sambil berjaga ia memetik dedaunan pohon itu lalu menjatuhkannya ke air danau. Daun yang dijatuhkan Lubdhaka tak sengaja menyentuh lingga Śiwa di danau.

Puasa serta puja yang tidak disadarinya itu membebaskan Lubdhaka dari siksa neraka dan membawanya ke surga.

Rekomendasi Berita