Menelusuri Jejak Sejarah Bingkisan Lebaran
- 28 Feb 2026 15:21 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Tradisi mengirim bingkisan menjelang Idulfitri atau yang kini populer dengan sebutan hampers, ternyata memiliki akar sejarah yang panjang di Indonesia. Jauh sebelum kotak-kotak estetis menghiasi media sosial, masyarakat nusantara sudah mengenal tradisi "hantaran".
Pada masa lalu hantaran biasanya dilakukan antar tetangga atau keluarga dekat dengan menggunakan rantang bersusun yang berisi masakan rumahan khas Lebaran. Makanan seperti ketupat, rendang, dan sayur lodeh sebagai simbol perekat silaturahmi di hari yang fitri.
Seiring berjalannya waktu dan pengaruh budaya global, istilah "parsel" mulai mendominasi pada era 90-an, kata ini diserap dari bahasa Inggris parcel yang berarti paket pos. Isinya pun bergeser dari makanan basah menjadi produk kalengan, sirup, dan biskuit yang dikemas dalam keranjang rotan besar dengan hiasan plastik transparan.
Pergeseran tersebut dipicu oleh kepraktisan dan daya tahan produk yang lebih lama dibandingkan masakan rumahan, sehingga memudahkan pengiriman jarak jauh. Kini di era digital tren kembali bergeser menjadi hampers yang lebih personal dan tematik.
Bukan sekadar makanan isi bingkisan kini sangat variatif, mulai dari set aromaterapi, perlengkapan ibadah premium, hingga peralatan makan kerajinan tangan. Perubahan ini mencerminkan keinginan pengirim untuk memberikan kesan yang lebih eksklusif dan estetik, di mana kemasan atau packaging dianggap sama pentingnya dengan isi di dalamnya demi kepuasan visual saat dibagikan ke jejaring sosial.
Ada beberapa tips agar bingkisan Lebaran Anda terasa lebih bermakna, pertama tentukan tema yang sesuai dengan kepribadian penerima. Kedua jangan lupakan kartu ucapan yang ditulis secara personal, karena sentuhan kata-kata yang tulus sering kali lebih menyentuh hati daripada nilai barang itu sendiri.
Selain itu aspek fungsionalitas juga perlu diperhatikan agar bingkisan tidak berakhir menjadi tumpukan sampah. Gunakanlah wadah yang dapat digunakan kembali (reusable), hal ini tidak hanya menambah nilai guna bagi penerima tetapi juga mendukung gaya hidup ramah lingkungan.
Terakhir pastikan Anda merencanakan pengiriman jauh-jauh hari untuk menghindari keterlambatan logistik di masa puncak arus mudik. Memilih jasa pengiriman yang terpercaya atau menggunakan kurir instan untuk wilayah lokal akan memastikan bingkisan sampai dalam kondisi prima.