Undip Perkuat Sinergi dengan Media, Publikasikan Inovasi dan Penelitian

  • 12 Mar 2026 22:01 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Universitas Diponegoro (Undip) kembali menegaskan sinerginya dengan para wartawan. Wakil Rektor Inovasi, Riset, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Undip, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., mengatakan kampus dan wartawan memiliki kesamaan peran dalam bekerja, yakni sama-sama memproduksi kebenaran.

Menurutnya, wartawan menyampaikan kebenaran jurnalistik kepada publik, sementara perguruan tinggi menyampaikan kebenaran ilmiah melalui penelitian. “Kalau jurnalis menyampaikan berita melalui verifikasi, cover both sides, cek dan ricek, maka kampus memiliki metode ilmiah yang lebih kompleks,” ujarnya saat Media Gathering di Kampus Undip Tembalang, Kamis, 12 Maret 2026.

Wijayanto menegaskan, perguruan tinggi sudah seharusnya menjalin kerja sama dengan media. “Pak Rektor juga sudah menyampaikan bahwa para dosen Undip harus dekat dengan jurnalis, terbuka, dan bersedia diwawancarai,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama dengan media juga penting agar hasil riset yang dilakukan Undip tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. “Pak Rektor selalu memberi arahan bahwa riset Undip harus sampai kepada publik,” katanya.

Wijayanto mencontohkan, Undip saat ini tengah mengembangkan inovasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan sejumlah pemerintah kabupaten/kota, yakni mesin desalinasi. Teknologi tersebut mampu mengubah air payau atau air laut menjadi air siap minum, sehingga sangat bermanfaat bagi wilayah pesisir seperti Kabupaten Demak, Jepara, Blora, Grobogan, dan Pekalongan.

“Ketika terjadi bencana di Sumatera, teknologi ini juga diminta. Beberapa pemerintah daerah lain juga mengajukan kerja sama dengan Undip terkait mesin desalinasi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, keberhasilan riset tidak semata diukur dari kecanggihan teknologi. Akan tetapi, dari sejauh mana penelitian tersebut mampu menjawab permasalahan masyarakat.

Selain mesin desalinasi, Undip juga mengembangkan teknologi untuk memperpanjang masa simpan hasil pertanian seperti bawang dan cabai agar tidak cepat busuk. Selain itu, ada pengembangan teknologi tangan bionik yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wijayanto menambahkan, berbagai penelitian Undip juga telah meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional. Terbaru, tim Antawirya Undip berhasil meraih juara kedua pada ajang Shell Eco-Marathon.

“Kami menciptakan kendaraan dengan spesifikasi terbaru. Ini berhasil meraih prestasi dalam kompetisi internasional di Qatar,” ucapnya.

Rekomendasi Berita