Peneliti Undip Kembangkan Inovasi Nutri Sun D3 Cegah Stunting

  • 13 Mar 2026 19:38 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang: Universitas Diponegoro (Undip) menggelar Media Gathering untuk memperkuat sinergi dalam menyebarluaskan inovasi hasil riset civitas academica Undip kepada masyarakat, yaitu makanan bayi pencegah stunting. Inovasi dari peneliti Undip hasil penelitian yang diketuai Gemala Anjani, S.P., M.Si., Ph.D. ini melibatkan anggota Dr. Fitriyono Ayustaningwarno, S.TP., M.Si., Ahmad Syauqy, S.Gz., M.P.H., Ph.D., Dietisien Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.

Kegiatan yang mengusung tema “UNDIP Jalin Sinergitas dengan Wartawan, Sebarkan Inovasi Bermartabat dan Bermanfaat untuk Masyarakat” ini berlangsung di Ruang Sidang Rektor, Gedung Widya Puraya Lantai 2, Kampus UNDIP Tembalang, pada Kamis 12 Maret 2026. Acara dikuti lebih dari 30 wartawan dari media lokal dan nasional.

Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Undip, Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., menegaskan, kampus dan media memiliki peran yang sama dalam menyampaikan kebenaran kepada publik. “Kalau jurnalis menyampaikan kebenaran jurnalistik melalui proses verifikasi, maka kampus menyampaikan kebenaran ilmiah melalui riset," ujarnya.

Menurut dia, karena sama-sama berurusan dengan kebenaran untuk memberi pencerahan kepada publik, maka kampus dan media memang sudah seharusnya bekerja sama. Sebagai universitas riset, Undip terus mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Proses reproduksi ilmu pengetahuan yang dilakukan di universitas harus berujung pada manfaat nyata bagi masyarakat. Itulah mengapa inovasi menjadi napas para ilmuwan Undip untuk berkarya,” jelasnya.

Ia mengatakan, berbagai inovasi yang dikembangkan oleh peneliti Undip telah memberikan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat. Mulai dari teknologi desalinasi air laut menjadi air minum bagi masyarakat pesisir hingga inovasi di bidang pangan dan kesehatan.

Salah satu inovator Dr. Fitriyono Ayustaningwarno, S.TP., M.Si., pakar Ilmu Pangan Fakultas Kedokteran Undip memaparkan hasil riset di bidang pangan dan gizi mengenai produk Nutri Sun D3. Yakni, makanan pendamping ASI (MPASI) berbasis bahan pangan lokal yang dikembangkan untuk membantu pencegahan stunting sekaligus mendukung penyediaan pangan pada situasi darurat bencana.

Fitriyono menjelaskan, stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan, yang dapat berdampak pada penurunan kemampuan kognitif, gangguan perkembangan fisik, hingga menurunnya produktivitas saat dewasa. “Produk Nutri Sun D3 ini merupakan MPASI yang dapat digunakan untuk membantu mencegah stunting pada bayi dan balita, sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pangan darurat pada situasi bencana,” jelasnya.

Menurutnya, produk tersebut diformulasikan dari berbagai bahan bergizi seperti isolat protein kedelai, ubi sebagai sumber karbohidrat, serta sayuran seperti bayam dan brokoli, yang diperkaya dengan vitamin D3 untuk mendukung sistem imun dan pertumbuhan anak. Yang membedakan produk ini dengan MPASI pada umumnya adalah penggunaan teknologi freeze drying atau pengeringan beku bersuhu rendah.

Hal itu membuat kandungan gizi, warna, dan rasa bahan pangan tetap terjaga serta memiliki masa simpan yang lebih panjang. Produk ini telah diuji coba pada situasi darurat bencana banjir di Sumatera Barat pada tahun 2025.

“Pada uji coba tersebut, MPASI ini diberikan kepada bayi dan balita selama 15 hari, dan hasilnya menunjukkan berat badan anak tidak mengalami penurunan, bahkan beberapa mengalami peningkatan,” ungkap Fitriyono.

Menurut dia, produk Nutri Sun D3 saat ini masih dalam proses pengurusan izin edar sebelum dapat diproduksi secara lebih luas dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Melalui kegiatan media gathering ini, Undip berharap sinergi dengan insan pers dapat terus terjalin secara berkelanjutan, sehingga berbagai inovasi yang dihasilkan oleh para peneliti dapat tersebar luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita