Manajemen Emosi di Bulan Ramadan

  • 04 Mar 2026 08:46 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Bulan Ramadan selain menahan diri dari lapar, dahaga dan nafsu, juga menahan diri dari amarah. Lalu mengapa emosi menjadi tidak stabil saat puasa?

Hal ini disebabkan oleh penurunan kadar gula darah. Kadar gula darah yang rendah membuat otak lebih mudah lelah dan sensitif.

Selain itu, ritme pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan bisa juga menyebabkan berkurangnya jam tidur. Perubahan jam ibadah seperti tarawih, i’tikaf atau bangun sahur dapat pula mempengaruhi regulasi emosi.

Pada saat puasa, seseorang bisa mengalami kurang cairan atau Dehidrasi. Sehingga bisa menurunkan konsentrasi dan meningkatkan rasa kesal.

Ada beberapa tips yang dibagikan HIMA BK Unisvet untuk mengelola emosi. Simak tips “Cool” Mengelola Emosi berikut ini,

Pertama, kenali sinyal, sadari bahwa rasa kesal yang muncul mungkin hanya efek lapar, bukan karakter diri yang asli. Kedua, beri jeda 10 detik, berhenti sejenak dan hitung sampai 10, sebelum merespons hal yang memancing emosi.

Ketiga, alihkan fokus, ganti pikiran negatif dengan hobi positif seperti membaca buku, podcast, atau tadarus.Keempat, istirahat cukup dengan tidur berkualitas untuk menjaga kestabilan emosi dan energi di siang hari.

Kelima ingat prinsip 3s, sabar, senyum, dan semangat, tak lupa jaga lisan untuk menjaga pahala puasa. Selain itu bisa juga menggunakan teknik STOP.

S (Stop), berhenti sejenak dari aktivitas.

T (Take a breath ), tarik napas dalam, buang perlahan.

O (Observe), sadari apa yang dirasakan

P (Proceed), lanjutkan kegiatan dengan lebih tenang

Rekomendasi Berita