Arti Simbol Jangkar di Benteng Fort Willem I Ambarawa

  • 06 Mar 2026 11:17 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Benteng Pendem Ambarawa (Benteng Fort Willem I) adalah benteng peninggalan Belanda tahun 1834 di Ambarawa, Kabupaten Semarang. Benteng ini terkenal dengan arsitektur klasik, nuansa mistis, dan akar pohon yang merambat.

Setelah direvitalisasi pada 2025, situs ini menjadi destinasi wisata sejarah yang instagramable. Fasilitas didalamnya ada coffee shop dan pemandu, serta berlokasi di dekat Museum Kereta Api.

Simbol jangkar pada Benteng Fort Willem I (Benteng Pendem) di Ambarawa merepresentasikan simbol kekuasaan kolonial Belanda. Fungsi historisnya sebagai barak militer serta gudang logistik.

Simbol ini juga melambangkan stabilitas militer Belanda pada abad ke-19. Ini sering dikaitkan dengan struktur bangunan yang konon kokoh seperti kapal.

Benteng peninggalan Belanda itu hingga kini masih kokoh berdiri di tengah persawahan Desa Lodoyong RT 07 RW 03. Untuk menuju lokasi benteng, dapat melalui jalur lingkar Ambarawa atau dekat RSUD dr Gunawan Mangunkusumo.

Benteng ini menjadi saksi bisu kolonialisme Belanda hingga tekad bangsa Indonesia merebut kemerdekaan. Kini, tangsi serdadu itu masih elok dikunjungi pelancong, meski berselimut misteri.

Berikut adalah detail simbolisme jangkar di benteng tersebut:

  • Simbol Kekuasaan Kolonial: Jangkar digunakan sebagai penanda kekuasaan Belanda di bawah pemerintahan Willem Frederik Prins van Oranje-Nassau.
  • Stabilitas dan Pertahanan: Pemasangan simbol ini mencerminkan peran benteng sebagai pusat pertahanan dan barak yang kokoh.
  • Saksi Bisu Perang: Dibangun setelah Perang Diponegoro (1827-1830), simbol tersebut menegaskan dominasi militer.
  • Identitas "Benteng Pendem": Simbol ini memperkuat sebutan masyarakat lokal yang menganggap benteng ini "terpendam" dan memiliki struktur tangsi militer yang tertutup.

Rekomendasi Berita