RRI Samarinda Abadikan Jejak Siaran Melalui Buku Sejarah

  • 26 Okt 2025 11:56 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Sejak pertama kali mengudara di tepian Sungai Mahakam, RRI Samarinda bukan sekadar lembaga penyiaran publik. Ia menjadi saksi bisu perjalanan daerah, corong informasi masyarakat, pelestari budaya lokal, sekaligus perekat harmoni di Bumi Kalimantan Timur.

Angkasawan dan angkasawati RRI Samarinda serta Sendawar melalui tim penyusunnya akhirnya menerbitkan buku sejarah berjudul “RRI Samarinda Merenda Sejarah.” Buku ini merekam jejak panjang perjalanan RRI Samarinda, SP Sendawar, dan SP Long Bagun, mulai dari dinamika siaran hingga langkah strategis menuju peran baru di jantung Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam kunjungan kerja Kepala RRI Samarinda, Siti Saraswulan, ke SP Sendawar, buku tersebut turut diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada Wakil Bupati Kutai Barat, Nanang Adriani, sebagai bentuk apresiasi atas sinergi antara RRI dan pemerintah daerah dalam menguatkan fungsi layanan informasi publik.

Koordinator RRI Sendawar, Abizar, menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut. “Alhamdulillah atas kunjungan Kepala RRI Samarinda ke SP Sendawar sekaligus penyerahan buku RRI Samarinda Merenda Sejarah. Buku ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan kami di Sendawar,” ujarnya, Minggu (26/10/2025).

Selain Abizar, salah satu pengisi acara SP Sendawar, Bagus Setiawan, juga mengungkapkan rasa senangnya dapat bertemu langsung dengan Kepala RRI Samarinda. Ia menilai kesempatan tersebut menjadi momen berharga untuk memperluas wawasan dan memahami lebih dalam sejarah RRI, terutama bagi dirinya yang baru bergabung sebagai pengisi acara.

Kehadiran buku RRI Samarinda Merenda Sejarah menjadi bukti nyata dedikasi lembaga penyiaran publik ini dalam menjaga warisan dan memperkuat identitas daerah. RRI tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga merawat ingatan kolektif masyarakat melalui gelombang suara yang menembus waktu.

Rekomendasi Berita