Cara Berkebun Cabai Rawit Putih bagi Pemula
- 14 Feb 2026 18:35 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Cabai rawit menjadi salah satu komoditas penting untuk kebutuhan bumbu dapur masyarakat. Harga cabai yang fluktuatif kerap menyulitkan pengaturan ekonomi rumah tangga. Karena itu, menanam cabai rawit putih secara mandiri dapat menjadi solusi, terutama bagi pemula yang ingin mulai berkebun di pekarangan rumah.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut tata cara menanam cabai rawit putih agar tumbuh subur dan berbuah lebat.
Persiapan Awal
- Pilih benih berkualitas
Pilih varietas unggul seperti Sret atau Kara F1 yang relatif tahan hama dan penyakit. Rendam benih dalam air selama sekitar tiga jam, buang benih yang mengambang, lalu tiriskan dan keringkan sebelum disemai. - Siapkan media tanam
Untuk penyemaian, campurkan tanah, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 3:2:1.
Untuk penanaman permanen di pot atau polybag (ukuran minimal 40 x 50 sentimeter) maupun lahan terbuka, gunakan campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam bakar dengan perbandingan yang sama. Pastikan drainase baik serta pH tanah berada pada kisaran 5,5–7,0. - Waktu tanam
Penanaman disarankan pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau dengan suhu ideal 16–32 derajat Celsius.
Penyemaian dan Penanaman Bibit
- Penyemaian
Tanam benih sedalam kurang lebih 0,5 sentimeter per lubang. Siram secara teratur menggunakan semprotan halus dan letakkan di tempat teduh yang tetap mendapatkan cahaya cukup. Setelah 5–7 hari benih berkecambah, berikan sinar matahari tidak langsung hingga bibit berusia 3–4 minggu atau memiliki 3–4 helai daun sejati. - Penanaman
Buat lubang tanam dengan jarak minimal 30 sentimeter antar tanaman. Pindahkan bibit secara hati-hati agar akar tidak rusak, kemudian timbun kembali dengan tanah dan siram secukupnya.
Perawatan Rutin
- Penyiraman
Lakukan penyiraman pada pagi dan sore hari sesuai kebutuhan. Hindari genangan air yang dapat menyebabkan akar membusuk. - Pemupukan
Berikan pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Pada usia 15–30 hari, tambahkan pupuk NPK sebanyak 5 gram per tanaman. Saat tanaman mulai berbunga dan berbuah, berikan pupuk NPK sebanyak 10 gram per tanaman atau larutan pupuk NPK 15-15-15 atau 16-16-16 (sekitar satu sendok makan per liter air). Hindari pemberian pupuk yang langsung mengenai batang tanaman. - Pemangkasan
Pada usia sekitar 1,5 bulan, pangkas cabang utama untuk merangsang pertumbuhan cabang baru. Pangkas pula dua helai daun bagian bawah agar tanaman lebih fokus menghasilkan buah. Jika buah di cabang bawah terlalu lebat, lakukan penjarangan. - Pengendalian hama dan penyakit
Gunakan metode alami, seperti menanam serai atau marigold di sekitar tanaman. Penyemprotan larutan bawang putih (satu siung bawang putih cincang dicampur 250 mililiter air, didiamkan 10 menit) dapat dilakukan dua kali seminggu sebagai pencegahan atau satu kali sehari jika tanaman mulai terserang. Apabila diperlukan, gunakan pestisida sesuai dosis dan anjuran.
Panen
Panen dilakukan saat buah cabai mencapai warna putih matang atau merah sesuai kebutuhan. Petik atau potong tangkai buah secara hati-hati setiap 2–3 hari agar tanaman tetap produktif.
Hasil panen dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur sehari-hari maupun dijual jika hasilnya melimpah. Budidaya cabai rawit putih ini juga berpotensi dikembangkan sebagai langkah swasembada pangan mandiri di tingkat rumah tangga.
(Edy)