Datacenter AI Berkembang Pesat, Akibatkan Harga RAM Melonjak
- 09 Des 2025 10:04 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Dalam beberapa bulan terakhir, harga RAM telah melonjak sangat tinggi, seiring dengan pesatnya pembangunan infrastruktur datacenter (pusat data) AI yang menyebabkan pasokan memory chip semakin langka. Apa yang dulunya dianggap sebagai salah satu komponen paling terjangkau untuk membangun komputer gaming, kini harganya naik hingga dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat. Dengan harga yang sangat fluktuatif, bahkan beberapa pengecer kini menjual RAM-kit dengan harga yang naik turun setiap hari, alih-alih memiliki harga tetap.
Dan kini, ada kabar baru yang bahkan bisa menjadikan krisis ini menjadi lebih buruk untuk ke depannya. Pada Rabu, 3 Desember 2025 lalu, perusahaan perangkat keras komputer Micron mengumumkan bahwa mereka akan mengakhiri lini “Crucial” RAM-kit dan solid-state drive (SSD) untuk pasar konsumen, dan sebagai gantinya akan “meningkatkan pasokan dan dukungan” untuk "pelanggan strategis yang lebih besar di segmen yang tumbuh lebih cepat". "Pelanggan strategis yang lebih besar" itu, tentu saja, adalah perusahaan-perusahaan AI. Sehingga, produsen asal AS ini akan meninggalkan para gamer untuk selamanya demi meraup keuntungan dari pasar AI datacenter.
Sumit Sadana, EVP dan Chief Business Officer pada Micron Technology mengatakan dirilis resmi Micron, "Pertumbuhan datacenter AI telah menyebabkan lonjakan permintaan memori dan penyimpanan kami. Micron telah membuat keputusan sulit untuk keluar dari bisnis konsumen, guna meningkatkan pasokan dan dukungan bagi pelanggan strategis kami yang lebih besar di segmen yang pertumbuhannya lebih cepat," ujar Sumit.
Merek Crucial telah menjadi andalan pada pasar gaming PC terjangkau selama hampir tiga dekade. Ditutupnya lini bisnis ini dianggap sebagai tanda bahaya, bukan hanya para gamer yang akan terdampak, dengan harga RAM yang lebih mahal, tentunya harga laptop, tablet, dan bahkan smartphone juga akan menjadi lebih mahal untuk semua orang. Harga RAM telah melonjak rata-rata 171 persen dari tahun ke tahun, dengan banyak produk mengalami kenaikan harga yang lebih parah.