Tips Tetap Sehat dan Bugar saat Puasa Ala dr. Meilki Nanda Putra
- 18 Feb 2026 09:20 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Bulan Ramadan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan ibadah dan spiritualitas. Namun, agar puasa dapat dijalani secara optimal, kondisi fisik tetap perlu dijaga.
dr. Meilki Nanda Putra menekankan kunci utama menjalani puasa dengan sehat dan bugar terletak pada pola makan seimbang, kecukupan cairan, serta istirahat yang berkualitas.
Dokter asal Kabupaten Mahalam Ulu (Mahulu), yang kini sedang menempuh pendidikan Obstetri Ginekologi di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Bali tersebut menjelaskan, sahur bukan sekadar rutinitas, melainkan fondasi energi selama hampir 13 jam tubuh menahan lapar dan haus.
“Jangan pernah melewatkan sahur,” kata dr. Meilki, Selasa 17 Februari 2026.
Ia menyarankan menu dengan kandungan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum karena dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Asupan tersebut sebaiknya dilengkapi dengan protein seperti telur, ikan, atau kacang-kacangan serta serat dari sayur dan buah agar rasa kenyang bertahan lebih lama dan stamina tetap terjaga.
Secara medis, puasa memberikan sejumlah manfaat kesehatan apabila dilakukan dengan benar. Saat berpuasa, tubuh beradaptasi menggunakan cadangan energi secara lebih efisien.
Sistem pencernaan mendapat waktu istirahat, sementara metabolisme menyesuaikan ritme baru. Beberapa penelitian menunjukkan puasa yang teratur dapat membantu mengontrol berat badan, meningkatkan sensitivitas insulin, dan menurunkan risiko gangguan metabolik.
Namun, manfaat tersebut dapat berkurang apabila saat berbuka seseorang justru mengonsumsi makanan secara berlebihan, terutama yang tinggi gula dan lemak. Selain makanan, hidrasi menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan.
"Jangan menunggu hingga merasa sangat haus untuk minum," ujar dr. Meilki.
Ia menyarankan pola minum bertahap sejak berbuka hingga sahur, misalnya satu gelas saat berbuka, satu gelas setelah makan malam, satu gelas setelah tarawih, satu gelas sebelum tidur, dan satu gelas saat sahur.
Pola ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi.
Kekurangan cairan dapat memicu gejala seperti lemas, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, hingga penurunan tekanan darah.
Dalam kondisi tertentu, dehidrasi juga dapat mengganggu fungsi ginjal dan keseimbangan elektrolit. Karena itu, pemenuhan kebutuhan cairan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan selama Ramadan.
Perubahan jadwal harian selama Ramadan kerap berdampak pada kualitas tidur. Waktu istirahat yang berkurang dapat memengaruhi hormon pengatur rasa lapar dan kenyang, sehingga seseorang lebih mudah merasa lelah dan kurang fokus.
"Atur waktu tidur dengan lebih disiplin, tidur lebih awal, serta memanfaatkan waktu istirahat singkat di siang hari bila memungkinkan," ucapnya.
Meski berpuasa, aktivitas fisik ringan tetap dianjurkan. Olahraga seperti jalan santai, peregangan, yoga ringan, atau bersepeda santai menjelang berbuka dapat membantu menjaga kebugaran dan melancarkan sirkulasi darah.
Selain itu, aktivitas fisik juga berperan dalam menjaga massa otot serta memperbaiki suasana hati. Namun, bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan lambung, konsultasi dengan tenaga medis tetap diperlukan agar puasa dapat dijalani dengan aman.
"Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum untuk membentuk gaya hidup yang lebih sehat," kata dr. Meilki.
Dengan pola makan teratur, asupan cairan yang cukup, istirahat berkualitas, dan aktivitas fisik yang tepat, Ramadan dapat menjadi kesempatan emas untuk memperbaiki kebiasaan hidup sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan secara menyeluruh.