Sawo Raksasa Potensi Bisnis Buah Premium
- 24 Feb 2026 15:00 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Mamey Sapote atau yang memiliki nama ilmiah Pouteria sapota merupakan buah tropis asal Amerika Tengah, khususnya wilayah selatan Kuba, Kosta Rika, dan Meksiko. Di Indonesia, buah ini kerap dijuluki “sawo raksasa” karena ukurannya yang jauh lebih besar dibandingkan sawo pada umumnya.
Buah eksotis ini mulai menarik perhatian pecinta tanaman buah di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Kutai Barat. Selain tampilannya yang unik, nilai jualnya pun tergolong tinggi.
Berikut beberapa fakta menarik tentang Mamey Sapote yang dirangkum dari berbagai sumber:
Ukuran dan Berat
Mamey Sapote memiliki ukuran yang cukup fantastis. Panjang buahnya bisa mencapai 7–20 sentimeter dengan berat berkisar antara 1–3 kilogram per buah. Beberapa varietas bahkan dapat menghasilkan buah dengan bobot lebih besar dibandingkan sawo biasa.
Penampilan
Kulit buahnya berwarna cokelat kehitaman dengan tekstur kasar, sekilas mirip sawo lokal. Namun, bagian daging buahnya sangat berbeda. Mamey Sapote memiliki daging berwarna merah kekuningan hingga merah gelap. Umumnya, dalam satu buah hanya terdapat satu biji berukuran besar.
Rasa dan Tekstur
Dari segi rasa, Mamey Sapote memiliki cita rasa manis dengan perpaduan rasa yang mengingatkan pada ubi cilembu dan pepaya, serta tetap menyisakan aroma khas sawo. Teksturnya lembut dan sedikit berserat seperti ubi, serta tidak lengket seperti sawo biasa.
Waktu Panen
Tanaman ini mulai berbunga setelah berusia sekitar empat tahun. Setelah proses pembungaan, buah membutuhkan waktu sekitar 9–10 bulan hingga siap dipanen. Pohon Mamey Sapote tergolong unik karena dapat berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim, selama kebutuhan nutrisinya terpenuhi.
Budidaya di Indonesia
Meski berasal dari Amerika Latin, Mamey Sapote terbukti mampu tumbuh baik di iklim tropis Indonesia. Sejumlah petani di Jawa Timur dan Jawa Tengah dilaporkan telah berhasil membudidayakan tanaman ini dengan hasil yang cukup menjanjikan.
Manfaat Kesehatan
Mamey Sapote dikenal kaya akan serat serta mengandung vitamin B6, C, dan E. Buah ini juga mengandung mangan dan karoten, yang berperan sebagai antioksidan untuk membantu menangkal radikal bebas serta mendukung kesehatan tubuh secara umum.
Di Kutai Barat, harga buah ini tergolong tinggi, yakni sekitar Rp40.000 per kilogram. Meski sudah mulai dijajakan oleh sejumlah pedagang buah, ketersediaannya masih terbatas. Tingginya harga jual membuat buah ini dinilai layak untuk dibudidayakan karena memiliki potensi pasar yang baik.
Dikutip dari informasi petani, seorang petani di Magelang pernah memperoleh keuntungan hingga Rp12 juta dari hasil panen 125 buah dari satu pohon. Fakta tersebut semakin memperkuat peluang budidaya Mamey Sapote sebagai investasi pertanian yang menjanjikan. (Edy)