Mengenal Kerupuk Amplang Khas Kalimantan

  • 06 Mar 2026 18:37 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Kerupuk amplang merupakan camilan khas Kalimantan yang populer sebagai oleh-oleh dari Kalimantan Timur. Makanan ringan ini juga dapat ditemukan di sejumlah wilayah lain di Pulau Kalimantan, seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Amplang dikenal memiliki tekstur renyah dengan cita rasa gurih karena menggunakan bahan dasar ikan dalam adonannya. Camilan ini kerap dijadikan oleh-oleh khas daerah oleh wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan.

Berikut sejumlah informasi penting mengenai kerupuk amplang khas Kalimantan yang dirangkum dari berbagai sumber, termasuk perpustakaan digital budaya Indonesia.

Asal-usul

Kerupuk amplang diyakini berasal dari Samarinda pada sekitar tahun 1970-an. Pada awal kemunculannya, amplang dibuat menggunakan ikan belida yang banyak ditemukan di Sungai Mahakam.

Seiring waktu, populasi ikan belida semakin berkurang sehingga produsen amplang kini lebih banyak menggunakan ikan tenggiri atau ikan gabus sebagai bahan utama.

Nama “amplang” disebut berasal dari bunyi “plak” yang muncul saat adonan digoreng dalam minyak panas, yang dalam bahasa Banjar menggambarkan suara letupan tersebut. Bentuknya yang menyerupai kuku harimau juga membuat camilan ini dikenal dengan sebutan “kerupuk kuku macan”.

Bahan dan proses pembuatan

Bahan utama pembuatan amplang adalah daging ikan, biasanya ikan tenggiri, gabus, atau belida. Bahan tersebut dicampur dengan tepung tapioka atau sagu, serta bahan tambahan seperti telur, bawang putih, garam, gula, dan penyedap rasa.

Dalam proses pembuatannya, daging ikan terlebih dahulu digiling hingga halus. Setelah itu, ikan dicampur dengan bahan lain hingga menjadi adonan yang kalis. Adonan kemudian dibentuk lonjong atau bulat kecil, lalu dikukus atau direbus.

Setelah matang, adonan biasanya dijemur terlebih dahulu sebelum digoreng dengan api kecil hingga mengembang dan menghasilkan tekstur renyah.

Cita rasa dan varian

Amplang memiliki cita rasa gurih dengan aroma ikan yang khas. Selain rasa asli, saat ini produsen juga menghadirkan berbagai varian rasa, seperti balado, barbecue, ayam bawang, hingga lada hitam.

Kandungan gizi

Selain sebagai camilan, amplang juga mengandung sejumlah nutrisi dari bahan ikan, seperti protein, omega-3, omega-6, vitamin A, serta kalsium yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan tulang.

Nilai ekonomi dan budaya

Kerupuk amplang tidak hanya menjadi bagian dari identitas kuliner Kalimantan, tetapi juga berperan dalam mendukung perekonomian masyarakat.

Produksi amplang banyak dikelola oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Produk ini juga kerap dipamerkan dalam berbagai festival kuliner serta dipasarkan secara daring untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Rekomendasi Berita