Chromebook vs Laptop: Apa Bedanya dan Kenapa Viral
- 10 Feb 2026 07:26 WIB
- Serui
RRI.CO.ID, Serui - Belakangan ini publik Indonesia ramai memperbincangkan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek yang menyeret nama Nadiem Anwar Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi periode 2019–2024. Kasus ini telah diperiksa di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat dan berlanjut ke persidangan setelah Nadiem didakwa menerima sejumlah uang dari proyek tersebut.
Sebagian masyarakat yang mengikuti berita kemudian penasaran: apa sebenarnya perbedaan antara chromebook dan laptop biasa? Melansir laman Antara News, berikut penjelasan lengkapnya.
1. Apa Itu Chromebook?
Chromebook merupakan jenis laptop yang menggunakan sistem operasi ChromeOS, dikembangkan oleh Google. Berbeda dengan laptop pada umumnya, Chromebook dirancang dengan konsep yang lebih ringan dan sederhana, fokus pada pemakaian berbasis internet serta cloud computing.
Karakteristik Utama Chromebook
- Sistem Operasi: ChromeOS — berbasis browser Google Chrome dan sangat bergantung pada koneksi internet.
- Penyimpanan: Cenderung menggunakan penyimpanan awan (cloud storage) lewat Google Drive, bukan penyimpanan internal besar seperti di laptop biasa.
- Kegiatan Utama: Ideal untuk browsing, kerja dokumen sederhana online, dan aplikasi berbasis web.
Karena sifatnya yang ringan, Chromebook sering dipilih untuk kegiatan pendidikan atau pekerjaan sederhana tanpa kebutuhan aplikasi berat. Namun keterbatasan ini juga membuatnya kurang cocok untuk tugas berat seperti desain grafis, pemrograman berat, atau game modern.
2. Apa Itu Laptop Biasa?
Sementara itu, laptop biasa adalah istilah umum untuk komputer portabel yang menggunakan sistem operasi yang lebih umum seperti Windows, macOS atau Linux. Laptop jenis ini dirancang untuk berbagai kebutuhan pekerjaan, dari tugas ringan hingga pekerjaan profesional dan desain.
Keunggulan Laptop Biasa
- Sistem Operasi Fleksibel: Bisa menjalankan program Windows, macOS, atau Linux.
- Aplikasi Offline: Mendukung aplikasi berat dan offline seperti Adobe Photoshop, Microsoft Office, perangkat lunak pemrograman, dan lainnya.
- Kinerja Tinggi: Dapat dipilih dengan prosesor kuat, RAM besar, dan ruang penyimpanan internal besar sesuai kebutuhan.
Singkatnya, laptop biasa menawarkan fleksibilitas dan kekuatan pemrosesan yang lebih besar dibanding Chromebook.
3. Kenapa Chromebook Dibahas dalam Kasus Nadiem Makarim?
Nama Chromebook semakin dikenal publik bukan hanya karena soal teknologinya, melainkan karena menjadi inti dari sebuah kasus hukum besar:
Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Chromebook
- Nadiem Makarim didakwa menerima Rp809,59 miliar terkait pengadaan laptop Chromebook dan sistem Chrome Device Management (CDM) dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek periode 2019–2022.
- Jaksa penuntut umum menilai bahwa proyek pengadaan ini tidak sesuai prinsip pengadaan yang memadai dan menyebabkan kerugian negara hingga sekitar Rp2,1 triliun.
- Dalam persidangan terungkap bahwa Nadiem telah mengetahui masalah teknis Chromebook sejak awal pengadaan, termasuk keterbatasannya bagi sekolah tertentu.
- Nadiem melalui kuasa hukumnya membantah menerima uang pribadi dari proyek tersebut dan menyatakan beberapa aliran dana merupakan transaksi korporasi yang terdokumentasi.
Kasus ini kemudian memicu perdebatan publik tentang tata kelola pengadaan teknologi di sektor pemerintah serta penggunaan perangkat teknologi dalam program pendidikan besar-besaran.
4. Chromebook dan Laptop: Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada jawaban tunggal. Pilihan antara Chromebook dan laptop biasa tergantung kebutuhan:
Chromebook cocok untuk pelajar, pekerja ringan, atau penggunaan berbasis internet. Laptop biasa lebih cocok untuk profesional, pekerjaan yang membutuhkan aplikasi berat, atau kebutuhan offline.
5. Kesimpulan
Kasus yang menyeret nama Nadiem Makarim telah membuat istilah Chromebook mendadak viral di Indonesia. Meski teknologi Chromebook itu sendiri adalah perangkat yang sah dan banyak digunakan di dunia, kontroversi hukum muncul karena dugaan masalah dalam proses pengadaan yang melibatkan anggaran besar dan proses administratif di pemerintahan.
Perbedaan antara Chromebook dan laptop biasa tidak hanya soal spesifikasi teknologi, tetapi juga tentang kecocokan penggunaan dan tujuan penggunaannya. Publik kini makin paham bahwa kedua perangkat tersebut memiliki fungsi yang sangat berbeda, dan pemilihan salah satu harus berdasarkan kebutuhan nyata dan bukan semata tren atau proyek tertentu.